laporan praktikum fisiologi tumbuhan
LAPORAN
TETAP
PRAKTIKUM
FISIOLOGI TUMBUHAN
PENGUKURAN
STATUS AIR PADA TUMBUHAN
SARAH
DWI YUSTIANI
05111007112
KELAS :
C
AGROEKOTEKNOLOGI
FAKULTAS
PERTANIAN
UNIVERSITAS
SRIWIJAYA
INDRALAYA
2012
BAB
I
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang
Peranan air
dalam kehidupan tanaman adalah sebagai senyawa utama pembentuk protoplasma,
pelarut dan media pengangkut unsur hara dari dalam tanah ke dalam tanaman,
medium bagi reaksi metabolisme, bahan baku fotosintesa, sebagai turgiditas dari
sel dan jaringan tumbuhan serta berperan dalam fase pemanjangan dan
perkembangan dari sel tumbuhan.
Air merupakan 85
– 95 % berat tumbuhan herba yang hidup di air. Dalam sel, air diperlukan
sebagai pelarut unsur hara sehingga dapat digunakan untuk mengangkutnya; selain
itu air diperlukan juga sebagai substrat atau reaktan untuk berbagai reaksi
biokimia misalnya proses fotosintesis; dan air dapat menyebabkan terbentuknya
enzim dalam tiga dimensi sehingga dapat digunakan untuk aktivitas katalisnya.
Tanaman yang
kekurangan air akan menjadi layu, dan apabila tidak diberikan air secepatnya
akan terjadi layu permanen yang dapat menyebabkan kematian. Terdapat
lima mekanisme utama yang menggerakkan air dari suatu tempat ke tempat
lain, yaitu melalui proses: difusi, osmosis, tekanan kapiler, tekanan
hidrostatik, dan gravitasi.
Status air dan
tumbuhan pada kecepatan relatif penyerapan air oleh akar dan kehilangan air
oleh transpirasi menyerupai air yang tidak cukup oleh akar
menimbulkan devisit air dalam tumbuhan, termasuk sel-sel daun, suatu devisit yang mengakibatkan penurun evaporasi air dari daun sehingga transpirasi menjadi rendah. Selain itu, transpirasi yang berlebihan juga dapat menimbulkan defisit air. Sistem transportasi bekerja sebagai suatu unit yang cenderung menjaga agar sel tumbuha selalu dalam keadaan turgit atau segar. Beberapa percobaan telah membuktikan bahwa keadaan air tanamatergantung atas kecepatan absorbsi air oleh akar dan kehilangan air oleh tranpirasi.
menimbulkan devisit air dalam tumbuhan, termasuk sel-sel daun, suatu devisit yang mengakibatkan penurun evaporasi air dari daun sehingga transpirasi menjadi rendah. Selain itu, transpirasi yang berlebihan juga dapat menimbulkan defisit air. Sistem transportasi bekerja sebagai suatu unit yang cenderung menjaga agar sel tumbuha selalu dalam keadaan turgit atau segar. Beberapa percobaan telah membuktikan bahwa keadaan air tanamatergantung atas kecepatan absorbsi air oleh akar dan kehilangan air oleh tranpirasi.
Transpirasi
sebenarnya tidak lain dari kehilangan air yang disebabkan menguapnya air dari
sel-sel tumbuhan dan keluar melalui mulut daun dalam bentuk uap air.
Transpirasi yang terjadi secara besar-besaran mengakibatkan kekurangan air bagi
tanaman. Transportasi air dalam batang tanamn adalah melalui jaringan-jaringan
dalam tubuh tanaman. Dan bagai mana pergerakan air kedaun. Kekurangan air
menurunkan perkembanganvegetatif dan hasil panen dengan cara mengurangi
pengembangan daun dan menurunkan proses fotosintetis.
Penurunan air
selama inisiasi pembangunan, penyerbukan aitau
perkembangan biji mungkin sangat menurunkan jumlah atau hasil dari produksi
tanaman itu sendiri. Jumlah evapotranspirasi dari suatu tajuk tanaman budidaya
merupakan fungsi landaian potensial air dari dalam tanah sampai keudara bebas dan tahanan terhadap aliran melalui tanaman atau dari permukaan tanah.
perkembangan biji mungkin sangat menurunkan jumlah atau hasil dari produksi
tanaman itu sendiri. Jumlah evapotranspirasi dari suatu tajuk tanaman budidaya
merupakan fungsi landaian potensial air dari dalam tanah sampai keudara bebas dan tahanan terhadap aliran melalui tanaman atau dari permukaan tanah.
Dari seluruh
senyawa yang dibutuhkan bagi pertumbuhan tumbuhan adalah air. air terdapat
diseluruh bagian tumbuhan, mulai dari air tanah disekitar akar sampai ke atas
permukaan air sampai uap air dalam daun. Lebih dari 80 % berat basah sel dari
jaringan tumbuhan terdiri dari air dan kadar air sel meristematik dapat
meningkat sampai 90% atau lebih.
Transportasi
air dalam batang tanamn adalah melalui jaringan-jaringan dalam tubuh tanaman.
Dan bagai mana pergerakan air kedaun. Kekurangan air menurunkan
perkembanganvegetatif dan hasil panen dengan cara mengurangi pengembangan daun
dan menurunkan proses fotosintetis. Penurunan air selama inisiasi pembangunan,
penyerbukan aitau perkembangan biji mungkin sangat menurunkan jumlah atau hasil
dari produksi tanaman itu sendiri.
B.Tujuan
Percobaan
ini bertujuan untuk mengetahui kandungan air dalam suatu jaringan dengan metode
berat segar, berat kering, dan kandungan air relatif.
BAB
II
TIJAUAN
PUSTAKA
Fisiologi
tumbuhan dapat dikatakan sebagai ilmu yang banyak membicarakan tentang air
karena banyak fungsi-fungsi tumbuhan yang secara langsung bergantung pada
sifat-sifat air dan senyawa-senyawa yang terlarut di dalamnya.
Dibandingkan dengan faktor lingkungan lainnya, air merupakan faktor yang paling
berpengaruh terhadap laju pertumbuhan (Tjondronegoro, dkk, 1999).
Fungsi air
sebagai larutan ini penting sekali artinya bagi kehidupan
tumbuhan. Struktur molekul protein dan asam nukleat sangat ditentukan dengan
adanya molekul air disekitarnya. Aktivitas senyawa lain didalam protoplasma juga
sangat ditentukan kandungan air (Kimball, 1998).
tumbuhan. Struktur molekul protein dan asam nukleat sangat ditentukan dengan
adanya molekul air disekitarnya. Aktivitas senyawa lain didalam protoplasma juga
sangat ditentukan kandungan air (Kimball, 1998).
Untuk menyatakan
status air atau perimbangan air dalam tubuh tumbuhan
dapat dilakukan dengan dua cara yang umum digunakan, yaitu satu diantaranya
berdasarkan atas energi air di dalamnya jaringan tumbuhan yang lazim disebut
potensial air, dan ini merupakan cara yang paling tepat untuk menentukan status air dari jaringan tanaman dengan memakai istilah potensial air. Suatu jaringan akan mengalami defisit air jika potensial air tersebut kurang atau lebih dari 0 (nol) bar. Cara yang kedua adalah dengan mengukur kuantitas air dari suatu jaringan kandungan air nya dan menyatakan dengan kondisi standart tertentu (Ismail, 2011 ).
dapat dilakukan dengan dua cara yang umum digunakan, yaitu satu diantaranya
berdasarkan atas energi air di dalamnya jaringan tumbuhan yang lazim disebut
potensial air, dan ini merupakan cara yang paling tepat untuk menentukan status air dari jaringan tanaman dengan memakai istilah potensial air. Suatu jaringan akan mengalami defisit air jika potensial air tersebut kurang atau lebih dari 0 (nol) bar. Cara yang kedua adalah dengan mengukur kuantitas air dari suatu jaringan kandungan air nya dan menyatakan dengan kondisi standart tertentu (Ismail, 2011 ).
Dinding sel dan
membran sel tumbuhan merupakan ciri khas yang membedakan sel tumbuhan dengan
sel hewan. Membran sel dapat dilalui zat-zat terlarut dengan mudah, sedangkan
dinding sel yang bahan penyusunnya bersifat kaku mengakibatkan terjadinya
tekanan pada sel (Muhammadiah, 2010).
Potensial air
merupakan alat diagnosis yang memungkinkan penentuan secara tepat keadaan
status air dalam sel atau jaringan tumbuhan. Semkain rendah potensial dari
suatu sel atau jaringan tumbuhan, maka semakin besar kemampuan tanaman untuk
menyerap air dari dalam tanah. Sebaliknya, semakin tinggi potensial air,
semakin besar kemampuan jaringan untuk memberikan air kepada sel yang mempunyai
kandungan air lebih rendah (Basahona, 2011).
Pada umumnya
nilai potensial air dalam tumbuhan mempunyai nilai yang lebih kecil dari 0 bar,
sehingga mempunyai nilai yang negative. Nilai potensial air di dalam sel
dan nilainya di sekitar sel akan mempengaruhi difusi air dari dan ke dalam sel
tumbuhan. Dalam sel tumbuhan ada tiga faktor yang menetukan nilai potensial
airnya, yaitu matriks sel, larutan dalam vakuola dan tekanan hidrostatik dalam
isi sel. Hal ini menyebabkan potensial air dalam sel tumbuhan dapat dibagi
menjadi 3 komponen yaitu potensial matriks, potensial osmotik dan potensial
tekanan (Basahona, 2011).
Potensial kimia
air atau biasanya dinyatakan sebagai potensial air, PA (ψ, psi) penting untuk
diketahui agar dapat dimengerti pergerakan air di dalam sistem tumbuhan, tanah
dan udara. Potensial air biasanya dinyatakan dalam satuan bar, atm, seperti
satuan tekanan. Air akan bergerak dari PA tinggi ke PA yang lebih rendah. Jadi
difusi termasuk osmosis, terjadi sebagai akibat adanya gradient dalam energi
bebas dari partikel-partikel yang berdifusi (Ismail, 2011).
Potensial air
adalah suatu pernyataan dari status energi bebas air, suatu ukuran datat yang
menyebabkan air bergerak ke dalam suatu sistem, seperti jaringan tumbuhan,
tanah atau atmosfir, atau dari suatu bagian ke bagian lain dalam suatu sistem.
Potensial air mungkin merupakan parameter yang paling bermanfaat untuk diukur
dalam hubungannya dengan sistem tanah, tanaman dan atmosfir (Ismail, 2011).
Osmosis
merupakan difusi air melintasi membran semipermeabel dari daerah
dimana air lebih banyak ke daerah dengan air yang lebih sedikit
Osmosis sangat di tentukan oleh potensial kimia air atau potensial
air, yang menggambarkan kemampuan molekul air untuk dapat
melakukandifusi. Sejumlah besar volume
air akan memiliki kelebihan energi bebas dari pada volume yang sedikit, di bawah kondisi yang sama. Zat terlarut
yang berdifusi cenderung untuk bergerak dari daerah yang berpotensi kimia lebih
tinggi menuju daerah yang berpotensial kimia lebih kecil (Ismail, 2006).
Untuk menyatakan
status air atau perimbangan air dalam tubuh tumbuhan dapat dilakukan dengan dua
cara yang umum digunakan, yaitu satu diantaranya berdasarkan atas energi air di
dalamnya jaringan tumbuhan yang lazim disebut
potensial air, dan ini merupakan cara yang paling tepat untuk menentukan status air dari jaringan tanaman dengan memakai istilah potensial air. Suatu jaringan akan mengalami defisit air jika potensial air tersebut kurang atau lebih dari 0 (nol) bar. Cara yang kedua adalah dengan mengukur kuantitas air dari suatu jaringan kandungan airnya dan menyatakan dengan kondisi standart tertentu
potensial air, dan ini merupakan cara yang paling tepat untuk menentukan status air dari jaringan tanaman dengan memakai istilah potensial air. Suatu jaringan akan mengalami defisit air jika potensial air tersebut kurang atau lebih dari 0 (nol) bar. Cara yang kedua adalah dengan mengukur kuantitas air dari suatu jaringan kandungan airnya dan menyatakan dengan kondisi standart tertentu
(ismail, 2006).
Prinsip
osmosis : transfer molekul solvent dari lokasi hypotonic ( potensi rendah )
solution menuju hypertonic solution, melewati membran. Jika lokasi hypertonic
solution kita beri tekanan tertentu, osmosis dapat berhenti, atau malah
berbalik arah ( reversed osmosis). Besarnya tekanan yang dibutuhkan untuk
menghentikan osmosis disebut sebagai osmotic press. Jika di jelaskan sebagai
konsep termodinamika, osmosis dapat dianalogikan sebagai proses perubahan
entropi. Komponen solvet murni memiliki entropi rendah, sedangkan komponen
berkandung solut tinggi juga. Mengiikuti huukum termo II : setiap perubahan
yang terjadi selalu menuu kondisi entropi maksimum, makaa solvent akan mengalir
menuu tempat yang mengandung solut lebh / banyak, sehingga total entropi akhir
yang diperoleh akan maksimum. Solvent akan kehilangan entropi, dan solut akan
menyerap entropi(Wibosono, 2009).
Jika
pada suatu tumbuhan terjadi peristiwa kekurangan air karena ketersediaan air
dalam media tanam kurang hal ini akan menyebabkan kecepatan absorbsi tidak
dapat mengimbangi kehilangan air melalui proses transpirasi tanaman, sehingga
menyebabkan terhambatnya pertumbuhan pada tanaman tersebut. (Haryati, 2003).
Banyak aktifitas tumbuhan
ditentukan oleh sifat air dan bahan yang larut dalam air. Maka dari itu nilai
yang diperkirakan orang tentang kekentalan air atau tahanan untuk mengalir,
menjadi jauh lebih besar dari sebenarnya (Lakitan, 2004).
Potensial
matriks bernilai cukup kecil, sehingga seringkali diabaikan. Namun, potensial
matrik sangatlah penting ketika membahas mengenai hubungannya dengan air tanah.
(Miftahuddin dkk, 2010).
III. PELAKSANAAN
PRAKTIKUM
A. Waktu
dan Tempat
Praktikum
pengukuran status air pada tanaman ini dilaksanakan di laboratorium fisiologi
tumbuhan jurusan budidaya pertanian , fakultas pertanian universitas sriwijaya.
Praktikum dilaksanakan pada hari senin tanggal 10 oktober 2012 pada pukul 10:00 WIB sampai dengan selesai.
B. Alat
dan Bahan
Adapun alat yang
digunakan dalam praktikum pengukuran status air pada tanaman ini adalah : 1)
Oven dan 2) Timbangan Analitik. Sedangkan bahan yang digunakan dalam praktikum
ini adalah 4 Helai daun singkong (Manihot esculenta).
C. Cara
Kerja
1. Metode
berdasarkan berat segar
Timbang 1 helai daun singkong
(Manihot esculenta) dan panaskan oven pada suhu 70˚C selama 48 jam, lalu
timbang lagi.
%
Kandungan Air = BS – BK x 100%
BS
2. Metode
berdasarkan berat kering
Timbang 1 helai daun singkong
(Manihot esculenta) dan panaskan oven pada suhu 70˚C selama 48 jam, lalu
timbang lagi.
%
Kandungan Air = BS – BK x 100%
BK
3. Metode
kandungan air relative
Timbang 1 helai daun singkong
(Manihot esculenta) dan panaskan oven pada suhu 70˚C selama 48 jam, lalu
timbang lagi.
%
Kandungan Air = BS – BK x 100%
BT – BK
BS : Berat Segar
BK: Berat Kering
BT : Berat Turgor
IV. HASIL DAN PEMBAHASAN
A.
Hasil
1. Tabel
Hasil Pengamatan
|
METODE
KE-
|
BERAT KERING
|
BERAT SEGAR
|
BERAT TURGOR
|
Kandungan air %
|
|
I
|
0,21
gr
|
0,87
gr
|
-
|
0,758
%
|
|
II
|
0,22
gr
|
0,85
gr
|
-
|
2,863
%
|
|
III
|
0,18
gr
|
0,59
gr
|
0,81
gr
|
0,65
%
|
B. Pembahasan
Air merupakan
senyawa yang dibentuk dalam jumlah yang besar, baik untuk tumbuhan, manusia,
maupun hewan. Bagi tumbuhan, air sangat dibutuhkam untuk perkembangan dari
tumbuhan ataupun tanaman tersebut. Pada praktikum pengukuran status air pada
tanaman mempunyai tujuan yaitu untuk mengetahui kandungan air dalam suatu
jaringan dengan metode berat segar, berat kering dan kandungan air relative.
Air merupakan
komponen utama dalam tumbuhan, diman air menyusun 60-90 % dari berat daun.
Jumlah air yang dikandung tiap tanaman berbeda-beda, hal ini bergantung pada
habitat dan jenis spesies tumbuhan tersebut. Air mampu melarutkan lebih
banyak bahan dari zat cair lainnya. Hal ini sebagian disebabkan karena air
memiliki tetapan dielektrik yang termasuk tinggi yaitu suatu ukuran kemampuan
untuk menetralkan tarik-menarik antara muatan listrik.
Semua proses
fisiologi di dalam jaringan tanaman tidak akan terjadi tanpa adanya air yang
berperan penting dalam proses tersebut. Selama pertumbuhan tanaman
air memiliki peranan penting di antaranya berperan sebagai pelarut bahan-bahan
organik, bahan utama proses fotosintesis dan lain-lain. Jika tanaman
mengalami stress air, maka pertumbuhan dan perkembangan tanaman tersebut tidak
akan berjalan normal.
Air masuk ke
dalam sel tanaman melalui proses difusi, yang mana proses difusi ini terjadi
karena perbedaan konsentrasi, yaitu konsentrasi di ruang yang dalam
sel lebih rendah di bandingkan konsentrasi di luar sel. Sel tumbuhan dapat
mengalami kehilangan air yang besar jika potensial air di luar sel lebih rendah
dibandingkan dengan potensial air di dalam sel, sehingga akan mengakibatkan
volume isi sel akan menurun dan tidak akan mampu mengisi seluruh telah dibentuk
oleh sel tersebut.
Proses
fisiologis tanaman adalah dimana didalam tubuh tanaman itu organ tanaman satu
persatu akan terbentuk. Dalam fisiologi tumbuhan kita banyak membicarakan tentang
air hal ini dikarenakan banyak fungsi-fungsi tumbuhan yang secara langsung
bergantung pada sifat-sifat air dan senyawa-senyawa yang terlarut di dalamnya.
Dibandingkan dengan faktor lingkungan lainnya, air merupakan faktor yang paling
berpengaruh terhadap laju pertumbuhan.
Dalam percobaan
dimana bila tanaman segar dipanaskan pada suhu 70-80˚C selama satu atau dua
hari, maka hampir seluruh air di tumbuhan tersebut menguap sementara bahan yang
tertinggal disebut bahan kering. Komponen utama bahan kering adalah
polisakarida dan lignin pada dinding sel, ditambah dengan komponen sitoplasma
seperti protein,lipid,asam amino,asam organic, serta unsure tertentu seperti
kalium berbentuk ion yang menjadi bagian tak penting dari senyawa organik pada
tubuh tanaman .
Pada praktikum
ini yang akan dikerjakan adalah mengukur status air pada daun ubi (Manihot
esculenta). Untuk pengukuran status air pada daun ubi ini dilakukandengan tiga
metode yang dimana dalam ketiga metode yang telah kelompok kami lakukan
ini didapatkanlah data sebagai berikut. : berat segar pada ketiga daun masing -
masing adalah (0,87; 0,85; 0,59) kemudian untuk berat kering yang didapatkan
(0,21; 0,22; 0,18) sedangkan untuk berat turgornya didapat data 0,81. Jadi
hasilkandungan air nya adalah ( 0,758 % ; 2,863 % ; 0,65 % ).
Di dalam
pelaksanaan praktikum pengukuran status air pada tanaman ini digunakanla tiga
buah metode atau cara yaitu : metode berdasarkan berat segar, metode
berdasarkan berat kering,dan metode kandungan air relative. Dimana Pada praktikum
kali ini diantara ketiga metode yang digunakan itu status air paling besar
terdapat pada percobaan berat kering, hal ini dikarenakan banyaknya air yang
dilepaskan daripada metode berat segar dan kandungan air relative. Air juga
sangat berpengaruh pada tanaman singkong itu sendiri.
Keadaan air
tanah sangat mempengaruhi tingkat transpirasi dan respirasi biar
persediaan air dalam tanah berkurang maka transpirasi jelas akan berkurang
sebagai penutupan stomata. Hal ini juga mempengaruhi banyaknya keberadaan air
pada setiap tumbuhan.
Dari ketiga
metode tersebut yang digunakan yang paling besar terdapat kandungan air nya
adalah metode berat kering. Ini disebabkan karena banyaknya air yang melepaskan
air.
V. KESIMPULAN
DAN SARAN
A.
Kesimpulan
Dalam praktikum
pengukuran status air pada tanaman didapatkan kesimpulan sebagai berikut:
1.
Ada 3 cara dalam
pengukuran status air pada tanaman yaitu metode berat segar,metode berat kering
dan metode kandungan air relative.
2.
Dibandingkan
dengan faktor lingkungan lainnya, air merupakan faktor yang paling berpengaruh
terhadap laju pertumbuhan.
3.
Air sangat dibutuhkan
oleh tanaman karena merupakan komponen utama dalam sel-sel untuk menyusun
jaringan tanaman (70% - 90%).
4.
diantara ketiga metode
yang digunakan itu status air paling besar terdapat pada percobaan berat
kering, hal ini dikarenakan banyaknya air yang dilepaskan daripada metode berat
segar dan kandungan air relative
5.
tanaman segar
dipanaskan pada suhu 70-80˚C selama satu atau dua hari, maka hampir seluruh air
di tumbuhan tersebut menguap sementara bahan yang tertinggal disebut bahan
kering.
B. Saran
Untuk
mendapatkan hasil yang maksimal dalam praktikum ini diharapkan kedepannya
alat-alat praktikum yang disediakan lebih banyak agar tidak membuang waktu
untuk menunggu giliran, juga di harapkan alat-alat praktikum telah di sediakan
dahulu sebelum praktikum dimulai.
DAFTAR PUSTAKA
Basahona, Sumanto. 2011. Laporan
Praktikum Fisiologi Tumbuhan Pengukuran Potensial air jaringan tumbuh http://basahona.blogspot.com/2010/12/laporanpraktikum-fisiologi-tumbuhan.html.
Haryati.2003.Pengaruh Cekaman Air
Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman.Medan: Fakultas Pertanian Universitas
Sumatera Utara.
Ismail dan Abd Muis. 2011. Penuntun
Praktikum Fisiologi Tumbuhan. Jurusan Biologi Universitas Negeri Makassar,
Makassar.
Ismail. 2006. Fisiologi Tanaman.
Makassar: Jurusan Biologi FMIPA UNMMakassar.
Kimball, J.W. 1998. Biologi
Edisi Kelima. Erlangga : Jakarta.
Lakitan, Benyamin.2004. Dasar -
Dasar Fisiologi Tumbuhan. Radja Grafindo Persada.
Miftahuddin, dkk.2010.Fisiologi Tumbuhan
Dasar.Bogor; Departemen Biologi, FMIPA, IPB.
Muhammadiah, Asia dan Hilda Karim.
2010. Anatomi Tumbuhan. Jurusan Biologi Universitas Negeri Makassar,
Makassar.
Tjondronegoro, P.D., S.Harran dan
Hamim.1999.Fisiologi Tumbuhan Dasar.Jilid 1,2,dan 3. Jurusan
Biologi-FMIPA.Institut Pertanian Bogor: Bogor.
Wibosono.2009.Osmosis. http://wibosono1981.blogspot.com/osmosis.html.DiaksPada
Tanggal 27 Maret 2009.
LAMPIRAN
trimkasihh
BalasHapus