laporan praktikum agroklimatologi



LAPORAN TETAP
PRAKTIKUM AGROKLIMATOLOGI







OLEH
SARAH DWI YUSTIANI
05111007112







AGROEKOTEKNOLOGI
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS SRIWIJAYA

Indralaya
2012

I.                   PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Agroklimatologi merupakan ilmu yang mempelajari teknik budidaya tanaman daniklim untuk  pertumbuhan, perkembangan dan hasil. Klimatologi sendiri berasal dari bahasa Yunani yaituKlima dan Logos yang masing-masing berarti kemiringan (slope) yang di arahkan ke Lintangtempat sedangkan Logos sendiri berarti Ilmu. Iklim merupakansalah satu faktor pembatas dalam proses pertumbuhan dan produksi tanaman. Oleh karena itu, kajian klimatologi dalam bidang pertanian sangat diperlukan.Unsur cuaca yang diamati dalam agroklimatologi meliputi radiasi matahari, suhu,kelembabannisbi udara, tekanan udara, evaporasi, curah hujan, angin dan awan. Sedangkanunsure organime pertanian yang diamati tergantung pada tujuan penelitian pertanian seperti fase pertumbuhan tanaman, produksi tanaman, serangan hama hama penyakit dan lain sebagainya.
Dalam Agroklimatologi salah satu hal yang akan kita pelajari dan penting untuk diketahui adalahUnsur-unsur Iklim dan Faktor-faktor Pengendali Iklim. Unsur-unsur iklim dan pengendali iklimsangat penting untuk dipelajari karena iklim merupakan salahsatu hal yang sangat penting dalamdunia pertanian. Iklim dapat mempengaruhi hasil produksi pertanian baik itu dari segi kualitas,kuantitas, maupun kontinuitas tujuan praktikum.
Manusia dapat bertahan sampai satu hari tanpa air di daerah gurun yang paling panas, tetapitanpa udara manusia hanya bertahan beberapa menit saja. Jadi Anda tentu bisa menyimpulkansendiri betapa pentingnya udara bagi kehidupan di bumi. Karena tanpa udara, maka manusia,hewan dan tumbuh tumbuhan tidak dapat hidup. Udara untuk kehidupan sehari-hari terdapat diatmosfer.Atmosfer juga berfungsi sebagai payung atau pelindung kehidupan di bumi dari radiasi matahariyang kuat pada siang hari dan mencegah hilangnya panas ke ruang angkasa pada malam hari.Atmosfer juga merupakan penghambat bagi benda-benda angkasa yang bergerak melaluinya sehingga sebagian meteor yang melalui atmosfer akan menjadi panas dan hancur sebelummencapai permukaan bumi. 
Atmosfer sangat penting bagi kehidupan di bumi. Hal ini disebabkan karena segala peristiwacuaca terjadi pada ketinggian antara 0 sampai 10 km dari permukaan bumi. Seperti terjadinya badai, angin topan, dan banjir yang sangat berpengaruh terhadap aktivitas kehidupan manusia.Dengan adanya atmosfer juga dapat menyelamatkan kehidupan mahkluk hidup dari bahaya sinar ultra violet yang dipancarkan bersama radiasi matahari. Atmosfer juga terdiri dari gas-gas yang dibutuhkan tumbuhan, hewan, dan manusia. Oleh karena itu, pemahaman tentang fenomenaatmosfer terutama di lapisan sampai 10 km sangat diperlukan, sehingga kita dapat mengetahui atau memanfaatkannya untuk kesejahteraan manusia.
Dalam atmosfer (lautan udara) senantiasa terdapat uap air. Kadar uap air dalam udara disebut kelembaban (lengas udara). Kadar ini selalu berubah-ubah tergantung pada temperatur udara setempat. Kelembaban udara adalah persentase kandungan uap air dalam udara. Kelembaban udara ditentukan  oleh jumlah uap air yang terkandung di dalam udara.

B.Tujuan
1.        Mengetahui bentuk dan cara kerja dari alat-alat meteorologi pertanian
2.        Mengetahui letak dan cara penempatan peralatan meteorologi pertanian dalam stasiun agroklimat di Agrotechnopark, Gelumbang.
3.        Memahami cara pengamatan dan pengukuran curah hujan, kelembaban, dan kecepatan angin di Agrotechnopark, Gelumbang.




II.TINJAUAN PUSTAKA
Kelembaban udara dalam ruang tertutup dapat diatur sesuai dengan keinginan. Pengaturan kelembaban udara ini didasarkan atas prinsip kesetaraan potensiair antara udara dengan larutan atau dengan bahan padat tertentu. Jika ke dalam suatu ruang tertutup dimasukkan larutan, maka air dari larutan tersebut akan menguap sampai terjadi keseimbangan antara potensi air pada udara dengan potensi air larutan. Demikian pula halnya jika hidrat kristal garam-garam  (salt cristal bydrate) tertentu dimasukkan dalam ruang tertutup makaair dari hidrat kristal garam akan menguap sampai terjadi keseimbangan potensi air( Lakitan, 1994 ).
Kelembaban udara menyatakan banyaknya uap air dalam udara. Jumlah uap air dalam udara ini sebetulnya hanya merupakan sebagian kecil saja dari seluruh atmosfer uap air ini merupakan komponen udara yang sangat penting ditinjau dari segi cuaca dan iklim ( http://agung4.wordpress.com, 2009 ).
Kelembaban udara menggambarkan kandungan uap air di udara yang dapat dinyatakan sebagai kelembaban mutlak, kelembaban nisbi (relatif) maupun defisit tekanan uap air. Kelembaban mutlak adalah kandungan uap air (dapat dinyatakan dengan massa uap air atau tekanannya) per satuan volume. Kelembaban nisbi membandingkan antara kandungan/tekanan uap air aktual dengan keadaan jenuhnya atau pada kapasitas udara untuk menampung uap air. Kapasitas udara untuk menampung uap air tersebut (pada keadaan jenuh) ditentukan oleh suhu udara. Sedangkan defisit tekanan uap air adalah selisih antara tekanan uap jenuh dan tekanan uap aktual. Masing-masing pernyataan kelembaban udara tersebut mempunyai arti dan fungsi tertentu dikaitkan dengan masalah yang dibahas   (  Handoko, 1994  ).
Kapasitas udara untuk menampung uap air (pada keadaan jenuh) tergantung pada suhu udara. Defisit tekanan uap air adalah selisih antara tekanan uap air jenuh dengan tekanan uap aktual. Pengembunan akan terjadi bila kelembaban nisbi mencapai 100%(http://abuhaniyya.files.wordpress.com, 2009 ).
Kelembaban adalah banyaknya  uap air yang ada diudara  meskipun uap airnya hanya merupakan sebagian kecil saja dari atmosfer , rata-rata kurang lebih dari 2 % masa keseluruhan. Total masa uap air per satuan volume udara disebut kelembapan absolut ( absolute humidity ) umumnya dinyatakan dalam satuan kg/m3 ( Hanum, 2009 ).
Keadaan kelembapan diatas permukaan bumi berbeda-beda. Pada umumnya, kelembapan tertinggi ada di khatulistiwa sedangkan terendah ada pada lintang 40o daerah rendah ini disebut horse latitude, curah hujanya kecil( Kartasapoetra, 2004 ).
Kelembapan udara menyatakan banyaknya uap air dalam udara. jumlah uap air dalam udara ini sebetulnya hanya merupakan sebagian kecil saja dari seluruh atmosfer. Yaitu  hanya kira-kira 2 % dari jumlah masa. Akan tetapi uap air ini merupakan komponen udara yang sangat penting ditinjau dari segi cuaca dan iklim ( Guslim, dkk., 1987 ).
Semua uap air yang ada di dalam udara berasal dari penguapan. Penguapan adalah perubahan air dari keadaan cair kekeadaan gas. Pada proses penguapan diperlukan atau dipakai panas, sedangkan pada pengembunan dilepaskan panas. Seperti diketahui, penguapan tidak hanya terjadi pada permukaan air yang terbuka saja, tetapi dapat juga terjadi langsung dari tanah dan lebih-lebih dari tumbuh-tumbuhan. Penguapan dari tiga tempat itu disebut dengan Evapora (Karim,1985).
Kandungan uap air atmosfer dapat diperlihatkan dengan berbagai cara. Tekanan uap yang dinyatakan dalam minibar, tetapi dalam penggunaanya yang lebih sering, satuan lainya dipakai untuk menyatakan kandungan uap air( Guslim, 2009 ).
Curah hujan yaitu jumlah air hujan yang turun pada suatu daerah dalam waktu tertentu. Alat untuk mengukur banyaknya curah hujan disebut Rain gauge. Curah hujan diukur dalam harian, bulanan, dan tahunan. Curah hujan yang jatuh di wilayah Indonesia dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain adalah bentuk medan/topografi, arah lereng medan, arah angin yang sejajar dengan garis pantai dan jarak perjalanan angina diatas medan datar. Hujan merupakan peristiwa sampainya air dalam bentuk cair maupun padat yang dicurahkan dari atmosfer ke permukaan bumi (Handoko, 2003).
Hujan yang jatuh ke bumi baik langsung menjadi aliran maupun tidak langsung yaitu melalui vegetasi atau media lainnya akan membentuk siklus aliran air mulai dari tempat tinggi (gunung, pegunungan) menuju ke tempat yang rendah baik di permukaan tanah maupun di dalam tanah yang berakhir di laut (Anonim,2011).
Peranan air dalam kehidupan sngat besar. Mekanisme kompleks kehidupan tidak mungkin berfungsi tanpa kehadiran air. Bagian terbesar bumi dan makhluk hidup juga terdiri air. Air yang berasal dari hujan merpakan fenomena alam yang paling penting bagi terjadinya kehidupan di bumi. Butiran hujan selain membawa molekul air juga membawa materi yang penting bagi kehidupan seperti pupuk bagi tumbuhan. Mesikpun air hujan sangat penting bagi kehidupan. Namun, di pihak lain Indonesia belum mampu mengamati fenomena banyaknya curah hujan yang terjadi pada suatu tempat secara otomatis dan tercatat pada database. Akibatnya data curah hujan tidak dapat di manfaatkan(Anonim,2011).
Kebutuhan air tanaman (crop water requirement) didefinisikan sebagai banyaknya air yang hilang dari areal pertanaman setiap satuan luas dan satuan waktu, yang digunakan untuk pertumbuhan, perkembangan (transpirasi) dan dievaporasikan dari permukaan tanah dan tanaman. Kebutuhan air tanaman adalah transporasi. Evapotranspirasi dipengaruhi oleh kadar kelembaban tanah, suhu udara, cahaya matahari, dan angin. Evapotranspirasi dapat ditentukan dengan cara, yaitu
(1) menghitung jumlah air yang hilang dari tanah dalam jangka waktu tertentu,
(2) menggunakan factor-faktor iklim yang mempengaruhi evapotranspirasi,
(3) menggunakan Iysimeter
(Hasan Basri Jumin, 2002).
Kedua alat penakar hujan otomatis diletakkan pada tempat terbuka. Jarak antara penakar hujan 150 meter dari tempat penelitian. Kedua tipping bucket berada pada ketinggian 15 meter dari permukaan tanah. Tipping bucket dihubungkan dengan sebuahdata logger (Delta-T Devices Ltd.,Cambridge,UK) dengan interval 5 menit untuk mendapatkan data secara terus menerus. Sebuah corong dan jerigen berukuran 65 Liter ditempatkan pada daerah yang terbuka, dengan ketinggian 1 meter diatas permukaan tanah, dan bersudut tidak lebih dari 45 derajat dari tajuk pada plot penelitian. Untuk setiap kejadian hujan, pencatatan dilakukan setiap hari dari pukul 08.00 pagi hingga selesai. Apabila pada pukul tersebut masih terjadi hujan, maka pencatatan dilakukan setelah hujan benar-benar berhenti (Anonim, 2010).
Pada alat penakar manual,  untuk mendapatkan data curah hujan dalam satuan milimeter, dilakukan perhitungan dengan menggunakan persamaan curah hujan kotor (Pg). Intersepsi diperkirakan dari hasil pengukuran hujan di tempat yang terbuka ( Gross Presipitation / Pg ), Air lolos ( Troughfall / Tf ), dan Aliran Batang ( Steamflow / Sf ). Selisih antara curah hujan di tempat terbuka, air lolos, dan aliran batang merupakan besaran intersepsi hujan ( Ic ). Pemilihan vegetasi yang digunakan untuk mengukur aliran batang pada plot penelitian berdasarkan kelas diameter batang pohon. Pemilihan tersebut berdasarkan diameter pohon diatas 10 cm (Anonim, 2008).
Air hujan sebagian mengalir meresap ke dalam kedalam tanah atau yang sering disebut dengan infiltrasi, dan bergerak terus kebawah. Air hujan yang jatuh ke bumi sebagian menguap (evaporasi dan transpirasi) dan membentuk uap air. Sebagian lagi mengalir masuk kedalam tanah (infiltrasi, perkolasi, kapiler). Air tanah adalah air yang bergerak didalam tanah yang terdapat didalam ruang-ruang antara butir-butir tanah dan di dalam retak-retak dari batuan (Anonim,2011).
1.      CAMPBELL STOKES
Prinsip alat adalah pembakaran pias. Panjang pias yang terbakar dinyatakan dalam jam. Alat ini mengukur lama penyinaran surya. Hanya pada keadaan matahari terang saja pias terbakar, sehingga yang terukur adalah lama penyinaran surya terang.
Pias ditaruh pada titik api bola lensa. Pembakaran pias terlihat seperti garis lurus di bawah bola lensa. Kertas pias adalah kertas khusus yang tak mudah terbakar kecuali pada titik api lensa.
Ada 3 tipe pias yang digunakan pada alat yang sama:
* Pias waktu matahari di ekuator
* Pias waktu matahari di utara
* Pias waktu matahari di selatan
2.      Sangkar Cuaca
Untuk mengukur kelembaban udara digunakan alat yang terdapat di Sangkar Cuaca terdiri dari Psikrometer (termometer bola basah dan bola kering) dan Higrometer. Termometer bola kering (seperti termometer pada umumnya) digunakan untuk mencatat suhu udara.
·         Termometer Maksimum
Ciri khas dari termometer ini adalah terdapat penyempitan pada pipa kapiler di dekat reservoir. Air raksa dapat melalui bagian yang sempit ini pada suhu naik dan pada suhu turun air raksa tak bisa kembali ke reservoir, sehingga air raksa tetap berada posisi sama dengan suhu tertinggi. Setelah dibaca posisi ujung air raksa tertinggi, air raksa dapat dikembalikan ke reservoir dengan perlakuan khusus (diayun-ayunkan). Termometer maksimum diletakkan pada posisi hampir mendatar, agar mudah terjadi pemuaian . Pengamatan sekali dalam 24 jam.
·         Termometer minimum
Mengukur suhu udara ekstrim rendah. Zat cair dalam kapiler gelas adalah alkohol yang bening. Pada bagian ujung atas alkohol yang memuai atau menyusut terdapat indeks. Indeks ini hanya dapat didorong ke bawah pada suhu rendah oleh tegangan permukaan bagian ujung kapiler alkohol. Bila suhu naik alkohol memuai, indeks tetap menunjukkan posisi suhu terendah     Setelah ujung indeks yang dekat miniskus alkohol dibaca dan dicatat, dengan perlakuan khusus indeks dikembalikan mendekati miniskus alkohol.
 Posisi termometer pada waktu mengukur hampir sama dengan termometer maksimum yaitu agak mendatar. Perlu diperhatikan bahwa kapiler alkohol harus dalam keadaan bersambung, tidak boleh terputus-putus. Bila kapiler alkohol terputus, termometer tidak boleh lagi dipakai sebagai alat pengukur suhu, harus dibetulkan terlebih dahulu, Pengamatan sekali dalam 24 jam.
·         Termometer biasa
Mengukur suhu udara sesaat, zat cair yang digunakan adalah air raksa. Umumnya termometer ini disebut termometer bola kering yang dipasang berdampingan dengan termometer bola basah. Kedua termometer ini dipasang dalam keadaan tegak. Semua termometer pengukur suhu udara pada waktu pengukuran berada di dalam sangkar cuaca. Maksudnya adalah termometer tidak dipengaruhi radiasi surya langsung maupun radiasi dari bumi. Kemudian terlindung dari hujan ataupun angin kencang. Warna sangkar cuaca putih menghindari penyerapan radiasi surya. Panas ini dapat mempengaruhi pengukuran suhu udara.
3.      Lux meter
            Lux meter adalah sebuah alat yang digunakan untuk mengukur intensitas cahaya atau tingkat pencahayaan. digunakan dalam ruangan. Kebutuhan pencahayaan setiap ruangan terkadang berbeda, yang disesuaikan dengan kegiatan yang dilakukan. Untuk mengukur tingkat pencahayaan di butuhkan lux meter.
Lux meter dapat membantu menyesuaikan pencahayaan ruangan sesuai dengan fungsi sebuah ruangan. Letakkan lux meter diatas meja, layar penunjukannya akan menapilkan tinmgkat pencahayaan. Bandingkan nilai tersebut dengan standar SNI. Jika nilai tingkat pencahayaan lebih tinggi dari standar, lampu sebaiknya diganti dengan yang lebih rendup. Jika nilai tingkat pencahayaan lebih rendah dari standar, lampu sebaiknya diganti dengan lampu yang lebih terang. Jika tingkat pencahayaan ruangan telah sesuai dengan fungsinya, effisien energi untuk penerangan telah tercapai.
  1. Anemometer
Angin merupakan suatu vektor yang mempunyai besaran dan arah. Besaran yang dimaksud adalah kecepatannya sedang arahnya adalah darimana datangnya angin. Kecepatan angin dapat dihitung dari jelajah angin (cup counter anemometer) dibagi waktu (lamanya periode pengukuran). Ada alat pengukuran angin yang langsung mengukur kecepatannya.
 Jadi jarum penunjuk suatu kecepatan tertentu bila ada angin. Arah angin ditunjukkan oleh wind-vane yang dihubungkan dengan alat penunjuk arah mata angin atau dalam angka. Angka 360 derajat berarti ada angin dari utara, angka 90 ada angin dari timur demikian seterusnya. Perlu diperhatikan bahwa tidak ada angka nol, karena angka nol menandakan tidak ada angin.
Di lapangan terbuka tak ada pohon-pohonan tinggi alat dipasang 2 meter di atas tanah. Bila ada halangan, alat dipasang pada ketinggian 10 sampai 15 meter dari atas tanah. Waktu pengamatan tergantung dari data yang diinginkan.





III. PELAKSANAAN PRAKTIKUM
A.    Waktu dan Tempat
Praktikum ini di laksanakan di AgroTechnoPark, Gelumbang. Dan dilaksanakan pada hari jumat  Mei 2012 jam 16.00 sampai dengan selesai.
B.     Alat dan Bahan

Adapun alat yang digunakan dalam praktikum ini adalah: 1) anemometer, 2) Cambell stockes, 3) pH Obs, dan 4) solarimeter.
Adapun bahan yang digunakan dalam praktikum ini adalah: 1) air hujan.












IV. HASIL DAN PEMBAHASAN
A.        Hasil
1.      Hasil tabel curah hujan buatan di kampus
No.
Hari/Tanggal
Jam (WIB)

Curah Hujan (ml)

1.
Sabtu, 31 Maret 2012
07.30
1030
2.
Minggu, 1 April 2012
08.00
-
3.
Senin, 2 April 2012
08.00
5
4.
Selasa, 3 April 2012
07.40
-
5.
Rabu, 4 April 2012
08.00
80
6.
Kamis, 5 April 2012
08.00
65
7.
Jum’at, 6 April 2012
08.10
-
8.
Sabtu, 7 April 2012
07.50
70
9.
Minggu, 8 April 2012
08.15
1020
10.
Senin, 9 April 2012
08.30
50
11.
Selasa, 10 April 2012
08.00
-
12.
Rabu, 11 April 2012
08.15
-
13.
Kamis, 12 April 2012
07.45
10
14.
Jum’at, 13 April 2012
08.00
55
15.
Sabtu, 14 April 2012
08.00
-
16.
Minggu, 15 April 2012
08.00
85
17.
Senin, 16 April 2012
08.00
60
18.
Selasa, 17 April 2012
08.00
-
19.
Rabu, 18 April 2012
08.00
25
20.
Kamis, 19 April 2012
07.50
7
21.
Jum;at, 20 April 2012
08.00
30
22.
Sabtu, 21 April 2012
08.00
-
23.
Minggu, 22 April 2012
08.05
35
24.
Senin, 23 April 2012
08.00
-
25.
Selasa, 24 April 2012
08.30
90
26.
Rabu, 25 April 2012
08.00
-


2.      Hasil stasiun curah hujan (ATP)
No
pukul
anemometer
Suhu
kelembaban
CH
CS
solarimeter
Max
Min
BB
BK
1.
20.00

35
26
24
24,2



2.
21.00

35
-13
23,3
23,4



3.
22.00

35
-14
23,3
24



4.
05.00

30
-12
23
23



5.
06.00

29,5
-12
23
23



6.
07.00





0,48
mm
7.25-8.00
357
7.
08.00

38
24
26
27
25 mm
8.00-9.00
763
8.
09.00
1678,20 km/win
30,5
30
28
29,3
24 mm
9.00-10.00
1067
9.
10.00





19,3 mm
10.00-11.30
794
10.
11.00

32
32
29,1
32
14,5 mm
7.25-15.00
799
11
12.00
1678,20 km/win
36
-36
30,1
33
20,8 mm
7.25-11.30
1009
12
13.00





15,5 mm
7.25-11.30
1158
13
14.00
1678,20 km/win
36
35
30
34,2
15,5 mm
7.25-11.30
1023
14
15.00





15,5 mm
7.25-11.30
1023

Keterangan:
CH = curah hujan (mm)
CS = cambel stockes
BB = bulan basah
BK = bulan kering












B.     Pembahasan
Pengenalan atau pengetahuan tentang alat-alat klimatologi untuk pengukuran lama penyinaran sinar matahari, suhu udara, serta suhu tanah sangatlah penting, karena hal tersebut berpontensi memberikan pemahaman kepada praktikan tentang betapa pentingnya, alat-alat klimatologi tersebut dalam kehidupan sehari-hari terutama didalam bidang pertanian. Apalagi perkembangan dunia pertanian sangat dipengaruhi oleh banyak faktor termasuk faktor iklim maupun faktor cuaca, dan intensitas cahaya matahari.
Iklim merupakan komponen ekosistem dan faktor produksi yang sangat dinamik dan sulit dikendalikan dan diduga terutama suhu. Faktor suhu mempunyai peranan yang sangat penting dalam perencanaan dan sistem produksi pertanian karena seluruh unsur iklim berpengaruh terhadap berbagai proses fisiologis, pertumbuhan dan produktivitas tanaman
Suhu merupakan faktor lingkungan yang berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Suhu tanah bergantung juga dengan radiasi matahari,. Suhu dibedakan menjadi suhu tanah maupun udara disekitar tajuk tanaman. Suhu tanah banyak dipengaruhi oleh penyinaran matahari yang dialami, untuk mengetahui seberapa besar panas yang diserap oleh tanah maka digunakan alat termometer tanah selubung logam.
Tinggi rendahnya suhu disekitar tanaman ditentukan oleh radiasi matahari, kerapatan tanaman, distribusi cahaya dalam tajuk tanaman, kandungan lengas tanah. Peranan suhu erat kaitannya dengan kehilangan lengas tanah, melewati mekanisme transpirasi dan evaporasi. Peningkatan suhu terutama suhu tanah dan iklim mikro di sekitar tajuk tanaman akan mempercepat kehilangan lengas tanah terutama pada musim kemarau.
Adanya saling keterkaitan antara iklim, suhu, radiasi matahari memberikan pengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Oleh karena itu perlu adanya pendekatan yang paling baik dalam rangka pembangunan pertanian.


V. KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
1.      Curah hujan yaitu jumlah air hujan yang turun pada suatu daerah dalam waktu tertentu.
2.      Iklim merupakan komponen ekosistem dan faktor produksi yang sangat dinamik dan sulit dikendalikan dan diduga terutama suhu.
3.      Suhu merupakan faktor lingkungan yang berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan tanaman.
4.      Kelempan adalah banyaknya  uap air yang ada diudara  meskipun uap airnya hanya merupakan sebagian kecil saja dari atmosfer , rata-rata kurang lebih dari 2 % masa keseluruhan.
5.      Alat untuk mengukur lama penyinaran adalah Cambel Stockes.
B.Saran
            Praktikan diharapkan untuk memahami dan mengetahui lebih jauh lagi alat yang di gunakan dalam pengukuran curah hujan, suhu, kecepatan angin, lama penyinaran dan kelembaban. Selain itu, alat yang di gunakan juga harus dipersiapkan terlebih dahulu.










DAFTAR PUSTAKA
Anonim, 2010. Pengukuran Lama Penyinaran Matahari, Suhu Udara dan  Suhu Tanahhttp://www.TPUNRAM.blogspot.com                                                                                                            
Guslim, O.K Nazaruddin H, Roeswandi, A. Hamdan, dan Rosmayati. 1987.  Klimatologi Pertanian. USU Press. Medan.
Guslim. 2009. Agroklimatologi. USU Press. Medan.
Handoko. 1994. Klimatologi Dasar, landasan pemahaman fisika atmosfer dan unsur-unsur iklim.  PT. Dunia Pustaka Jaya, Jakarta.
Hanum, C. 2009. Penuntun Praktikum Agroklimatologi. Program Studi Agronomi, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara, Medan.
http://abuhaniyya.files.wordpress.com. 2009. Kelembaban Udara

http://agung4.wordpress.com. 2009. Iklim dan Cuaca,  

Karim, K. 1985. Diktat Kuliah Dasar-Dasar Klimatologi. Diterbitkan dengan Biaya Proyek Peningkatan dan Pengembangan Perguruan Tinggi Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh.
Kartasapoetra, A.G. 2004. Klimatologi : Pengaruh iklim Terhadap Tanah dan Tanaman Edisi Revisi. Bumi Aksara. Jakarta.
Lakitan, B. 1994. Dasar-Dasar Klimatologi. PT.  Raja Grafindo Persada, Jakarta.
Pettersen, 2006Kapita Selekta dalam Agrometeorologi. Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan dan Kebudayaan: Jakarta. 
Sutiknjo, Tutut D. 2005. Petunjuk Praktikum Klimatologi. Fak. Pertanian Universitas Kediri: Kediri


 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Penetapan N-Total tanah

laporan penetapan tekstur tanah di laboratorium

laporan okulasi karet