laporan praktikum agroklimatologi
LAPORAN TETAP
PRAKTIKUM AGROKLIMATOLOGI

OLEH
SARAH DWI YUSTIANI
05111007112
AGROEKOTEKNOLOGI
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS SRIWIJAYA
Indralaya
2012
I.
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang
Agroklimatologi
merupakan ilmu yang mempelajari teknik budidaya tanaman daniklim
untuk pertumbuhan, perkembangan dan hasil. Klimatologi sendiri
berasal dari bahasa Yunani yaituKlima dan Logos yang masing-masing berarti kemiringan
(slope) yang di
arahkan ke Lintangtempat sedangkan Logos sendiri berarti Ilmu. Iklim
merupakansalah satu faktor pembatas dalam proses pertumbuhan dan produksi
tanaman. Oleh karena itu, kajian klimatologi dalam
bidang pertanian sangat diperlukan.Unsur cuaca
yang diamati dalam agroklimatologi meliputi radiasi matahari,
suhu,kelembabannisbi udara, tekanan udara, evaporasi, curah hujan, angin dan
awan. Sedangkanunsure organime pertanian yang diamati tergantung pada
tujuan penelitian pertanian seperti fase pertumbuhan tanaman, produksi
tanaman, serangan hama hama penyakit dan lain sebagainya.
Dalam
Agroklimatologi salah satu hal yang akan kita pelajari dan penting untuk
diketahui adalahUnsur-unsur Iklim dan Faktor-faktor Pengendali Iklim.
Unsur-unsur iklim dan pengendali iklimsangat penting untuk dipelajari karena
iklim merupakan salahsatu hal yang sangat penting dalamdunia pertanian. Iklim
dapat mempengaruhi hasil produksi pertanian baik itu dari segi
kualitas,kuantitas, maupun kontinuitas tujuan
praktikum.
Manusia
dapat bertahan sampai satu hari tanpa air di daerah gurun yang paling panas,
tetapitanpa udara manusia hanya bertahan beberapa menit saja. Jadi Anda tentu
bisa menyimpulkansendiri betapa pentingnya udara bagi kehidupan di bumi. Karena
tanpa udara, maka manusia,hewan dan tumbuh tumbuhan tidak dapat hidup. Udara
untuk kehidupan sehari-hari terdapat diatmosfer.Atmosfer juga berfungsi sebagai
payung atau pelindung kehidupan di bumi dari radiasi matahariyang kuat pada
siang hari dan mencegah hilangnya panas ke ruang angkasa pada malam hari.Atmosfer juga merupakan
penghambat bagi benda-benda angkasa yang
bergerak melaluinya sehingga sebagian
meteor yang melalui atmosfer akan menjadi panas
dan hancur sebelummencapai permukaan bumi.
Atmosfer
sangat penting bagi kehidupan di bumi. Hal ini disebabkan karena segala
peristiwacuaca terjadi pada ketinggian antara 0 sampai 10 km dari permukaan
bumi. Seperti terjadinya badai, angin topan, dan banjir yang sangat
berpengaruh terhadap aktivitas kehidupan manusia.Dengan adanya atmosfer juga
dapat menyelamatkan kehidupan mahkluk hidup dari bahaya sinar ultra violet
yang dipancarkan bersama radiasi matahari. Atmosfer juga terdiri dari gas-gas
yang dibutuhkan tumbuhan, hewan, dan manusia.
Oleh karena itu, pemahaman tentang fenomenaatmosfer terutama di lapisan sampai
10 km sangat diperlukan, sehingga kita dapat mengetahui atau memanfaatkannya untuk kesejahteraan
manusia.
Dalam atmosfer (lautan udara) senantiasa
terdapat uap air. Kadar uap air dalam udara disebut kelembaban (lengas udara).
Kadar ini selalu berubah-ubah tergantung pada temperatur udara setempat.
Kelembaban udara adalah persentase kandungan uap air dalam udara. Kelembaban
udara ditentukan oleh jumlah uap air yang terkandung di dalam udara.
B.Tujuan
1.
Mengetahui bentuk dan cara kerja dari
alat-alat meteorologi pertanian
2.
Mengetahui letak dan cara penempatan
peralatan meteorologi pertanian dalam stasiun agroklimat di Agrotechnopark,
Gelumbang.
3.
Memahami cara pengamatan dan pengukuran
curah hujan, kelembaban, dan kecepatan angin di Agrotechnopark, Gelumbang.
II.TINJAUAN PUSTAKA
Kelembaban
udara dalam ruang tertutup dapat diatur sesuai dengan keinginan. Pengaturan
kelembaban udara ini didasarkan atas prinsip kesetaraan potensiair antara udara
dengan larutan atau dengan bahan padat tertentu. Jika ke dalam suatu ruang
tertutup dimasukkan larutan, maka air dari larutan tersebut akan menguap sampai
terjadi keseimbangan antara potensi air pada udara dengan potensi air larutan.
Demikian pula halnya jika hidrat kristal garam-garam (salt cristal
bydrate) tertentu dimasukkan dalam ruang tertutup makaair dari hidrat kristal
garam akan menguap sampai terjadi keseimbangan potensi air( Lakitan, 1994 ).
Kelembaban
udara menyatakan banyaknya uap air dalam udara. Jumlah uap air dalam udara ini
sebetulnya hanya merupakan sebagian kecil saja dari seluruh atmosfer uap air
ini merupakan komponen udara yang sangat penting ditinjau dari segi cuaca dan
iklim ( http://agung4.wordpress.com, 2009 ).
Kelembaban
udara menggambarkan kandungan uap air di udara yang dapat dinyatakan sebagai
kelembaban mutlak, kelembaban nisbi (relatif) maupun defisit tekanan uap air.
Kelembaban mutlak adalah kandungan uap air (dapat dinyatakan dengan massa uap
air atau tekanannya) per satuan volume. Kelembaban nisbi membandingkan antara
kandungan/tekanan uap air aktual dengan keadaan jenuhnya atau pada kapasitas
udara untuk menampung uap air. Kapasitas udara untuk menampung uap air tersebut
(pada keadaan jenuh) ditentukan oleh suhu udara. Sedangkan defisit tekanan uap
air adalah selisih antara tekanan uap jenuh dan tekanan uap aktual.
Masing-masing pernyataan kelembaban udara tersebut mempunyai arti dan fungsi
tertentu dikaitkan dengan masalah yang dibahas ( Handoko,
1994 ).
Kapasitas udara untuk menampung uap air (pada
keadaan jenuh) tergantung pada suhu udara. Defisit tekanan uap air adalah
selisih antara tekanan uap air jenuh dengan tekanan uap aktual. Pengembunan
akan terjadi bila kelembaban nisbi mencapai 100%(http://abuhaniyya.files.wordpress.com, 2009 ).
Kelembaban adalah banyaknya uap
air yang ada diudara meskipun uap airnya hanya merupakan sebagian kecil
saja dari atmosfer , rata-rata kurang lebih dari 2 % masa keseluruhan. Total
masa uap air per satuan volume udara disebut kelembapan absolut ( absolute
humidity ) umumnya dinyatakan dalam satuan kg/m3 ( Hanum, 2009
).
Keadaan
kelembapan diatas permukaan bumi berbeda-beda. Pada umumnya, kelembapan tertinggi
ada di khatulistiwa sedangkan terendah ada pada lintang 40o daerah
rendah ini disebut horse latitude, curah hujanya kecil( Kartasapoetra, 2004 ).
Kelembapan udara
menyatakan banyaknya uap air dalam udara. jumlah uap air dalam udara ini
sebetulnya hanya merupakan sebagian kecil saja dari seluruh atmosfer.
Yaitu hanya kira-kira 2 % dari jumlah masa. Akan tetapi uap air ini
merupakan komponen udara yang sangat penting ditinjau dari segi cuaca dan iklim
( Guslim, dkk., 1987 ).
Semua
uap air yang ada di dalam udara berasal dari penguapan. Penguapan adalah
perubahan air dari keadaan cair kekeadaan gas. Pada proses penguapan diperlukan
atau dipakai panas, sedangkan pada pengembunan dilepaskan panas. Seperti
diketahui, penguapan tidak hanya terjadi pada permukaan air yang terbuka saja,
tetapi dapat juga terjadi langsung dari tanah dan lebih-lebih dari
tumbuh-tumbuhan. Penguapan dari tiga tempat itu disebut dengan Evapora
(Karim,1985).
Kandungan
uap air atmosfer dapat diperlihatkan dengan berbagai cara. Tekanan uap yang
dinyatakan dalam minibar, tetapi dalam penggunaanya yang lebih sering, satuan
lainya dipakai untuk menyatakan kandungan uap air( Guslim, 2009 ).
Curah hujan yaitu jumlah air hujan yang
turun pada suatu daerah dalam waktu tertentu. Alat untuk mengukur banyaknya
curah hujan disebut Rain gauge. Curah hujan diukur dalam harian, bulanan, dan
tahunan. Curah hujan yang jatuh di wilayah Indonesia dipengaruhi oleh beberapa
faktor antara lain adalah bentuk medan/topografi, arah lereng medan, arah angin
yang sejajar dengan garis pantai dan jarak perjalanan angina diatas medan
datar. Hujan merupakan peristiwa sampainya air dalam bentuk cair maupun padat
yang dicurahkan dari atmosfer ke permukaan bumi (Handoko, 2003).
Hujan yang jatuh ke bumi baik langsung menjadi
aliran maupun tidak langsung yaitu melalui vegetasi atau media lainnya akan
membentuk siklus aliran air mulai dari tempat tinggi (gunung, pegunungan)
menuju ke tempat yang rendah baik di permukaan tanah maupun di dalam tanah yang
berakhir di laut (Anonim,2011).
Peranan
air dalam kehidupan sngat besar. Mekanisme kompleks kehidupan tidak mungkin
berfungsi tanpa kehadiran air. Bagian terbesar bumi dan makhluk hidup juga
terdiri air. Air yang berasal dari hujan merpakan fenomena alam yang paling
penting bagi terjadinya kehidupan di bumi. Butiran hujan selain membawa molekul
air juga membawa materi yang penting bagi kehidupan seperti pupuk bagi
tumbuhan. Mesikpun air hujan sangat penting bagi kehidupan. Namun, di pihak
lain Indonesia belum mampu mengamati fenomena banyaknya curah hujan yang
terjadi pada suatu tempat secara otomatis dan tercatat pada database. Akibatnya
data curah hujan tidak dapat di manfaatkan(Anonim,2011).
Kebutuhan air tanaman (crop water
requirement) didefinisikan sebagai banyaknya air yang hilang dari areal
pertanaman setiap satuan luas dan satuan waktu, yang digunakan untuk
pertumbuhan, perkembangan (transpirasi) dan dievaporasikan dari permukaan tanah
dan tanaman. Kebutuhan air tanaman adalah transporasi. Evapotranspirasi
dipengaruhi oleh kadar kelembaban tanah, suhu udara, cahaya matahari, dan
angin. Evapotranspirasi dapat ditentukan dengan cara, yaitu
(1)
menghitung jumlah air yang hilang dari tanah dalam jangka waktu tertentu,
(2)
menggunakan factor-faktor iklim yang mempengaruhi evapotranspirasi,
(3)
menggunakan Iysimeter
(Hasan
Basri Jumin, 2002).
Kedua alat penakar
hujan otomatis diletakkan pada tempat terbuka. Jarak antara penakar hujan 150 meter dari tempat penelitian. Kedua tipping
bucket berada pada ketinggian 15 meter dari permukaan tanah. Tipping bucket
dihubungkan dengan sebuahdata logger (Delta-T
Devices Ltd.,Cambridge,UK) dengan interval 5 menit untuk mendapatkan data
secara terus menerus. Sebuah corong dan jerigen berukuran 65 Liter ditempatkan
pada daerah yang terbuka, dengan ketinggian 1 meter diatas permukaan tanah, dan
bersudut tidak lebih dari 45 derajat dari tajuk pada plot penelitian. Untuk
setiap kejadian hujan, pencatatan dilakukan setiap hari dari pukul 08.00 pagi
hingga selesai. Apabila pada pukul tersebut masih terjadi hujan, maka
pencatatan dilakukan setelah hujan benar-benar berhenti (Anonim,
2010).
Pada alat penakar manual, untuk
mendapatkan data curah hujan dalam satuan milimeter, dilakukan perhitungan
dengan menggunakan persamaan curah hujan kotor (Pg). Intersepsi diperkirakan
dari hasil pengukuran hujan di tempat yang terbuka ( Gross Presipitation / Pg
), Air lolos ( Troughfall / Tf ), dan Aliran Batang ( Steamflow / Sf ). Selisih
antara curah hujan di tempat terbuka, air lolos, dan aliran batang merupakan
besaran intersepsi hujan ( Ic ). Pemilihan vegetasi yang digunakan untuk
mengukur aliran batang pada plot penelitian berdasarkan kelas diameter batang
pohon. Pemilihan tersebut berdasarkan diameter pohon diatas 10 cm (Anonim,
2008).
Air
hujan sebagian mengalir meresap ke dalam kedalam tanah atau yang sering disebut
dengan infiltrasi, dan bergerak terus kebawah. Air hujan yang jatuh ke bumi
sebagian menguap (evaporasi dan transpirasi) dan membentuk uap air. Sebagian
lagi mengalir masuk kedalam tanah (infiltrasi, perkolasi, kapiler). Air tanah
adalah air yang bergerak didalam tanah yang terdapat didalam ruang-ruang antara
butir-butir tanah dan di dalam retak-retak dari batuan (Anonim,2011).
1.
CAMPBELL STOKES
Prinsip alat
adalah pembakaran pias. Panjang pias yang terbakar dinyatakan dalam jam. Alat
ini mengukur lama penyinaran surya. Hanya pada keadaan matahari terang saja
pias terbakar, sehingga yang terukur adalah lama penyinaran surya terang.
Pias ditaruh
pada titik api bola lensa. Pembakaran pias terlihat seperti garis lurus di
bawah bola lensa. Kertas pias adalah kertas khusus yang tak mudah terbakar
kecuali pada titik api lensa.
Ada 3 tipe
pias yang digunakan pada alat yang sama:
* Pias waktu matahari di ekuator
* Pias waktu matahari di utara
* Pias waktu matahari di selatan
* Pias waktu matahari di utara
* Pias waktu matahari di selatan
2.
Sangkar Cuaca
Untuk
mengukur kelembaban udara digunakan alat yang terdapat di Sangkar Cuaca terdiri
dari Psikrometer (termometer bola basah dan bola kering) dan Higrometer.
Termometer bola kering (seperti termometer pada umumnya) digunakan untuk
mencatat suhu udara.
·
Termometer Maksimum
Ciri khas dari termometer ini adalah terdapat penyempitan pada pipa kapiler
di dekat reservoir. Air raksa dapat melalui bagian yang sempit ini pada suhu
naik dan pada suhu turun air raksa tak bisa kembali ke reservoir, sehingga air
raksa tetap berada posisi sama dengan suhu tertinggi. Setelah dibaca posisi
ujung air raksa tertinggi, air raksa dapat dikembalikan ke reservoir dengan
perlakuan khusus (diayun-ayunkan). Termometer maksimum diletakkan pada posisi
hampir mendatar, agar mudah terjadi pemuaian . Pengamatan sekali dalam 24 jam.
·
Termometer
minimum
Mengukur suhu
udara ekstrim rendah. Zat cair dalam kapiler gelas adalah alkohol yang bening.
Pada bagian ujung atas alkohol yang memuai atau menyusut terdapat indeks.
Indeks ini hanya dapat didorong ke bawah pada suhu rendah oleh tegangan
permukaan bagian ujung kapiler alkohol. Bila suhu naik alkohol memuai, indeks
tetap menunjukkan posisi suhu terendah Setelah ujung indeks yang
dekat miniskus alkohol dibaca dan dicatat, dengan perlakuan khusus indeks
dikembalikan mendekati miniskus alkohol.
Posisi termometer pada waktu mengukur hampir
sama dengan termometer maksimum yaitu agak mendatar. Perlu diperhatikan bahwa
kapiler alkohol harus dalam keadaan bersambung, tidak boleh terputus-putus.
Bila kapiler alkohol terputus, termometer tidak boleh lagi dipakai sebagai alat
pengukur suhu, harus dibetulkan terlebih dahulu, Pengamatan sekali dalam 24
jam.
·
Termometer biasa
Mengukur suhu
udara sesaat, zat cair yang digunakan adalah air raksa. Umumnya termometer ini
disebut termometer bola kering yang dipasang berdampingan dengan termometer
bola basah. Kedua termometer ini dipasang dalam keadaan tegak. Semua termometer
pengukur suhu udara pada waktu pengukuran berada di dalam sangkar cuaca.
Maksudnya adalah termometer tidak dipengaruhi radiasi surya langsung maupun
radiasi dari bumi. Kemudian terlindung dari hujan ataupun angin kencang. Warna
sangkar cuaca putih menghindari penyerapan radiasi surya. Panas ini dapat
mempengaruhi pengukuran suhu udara.
3.
Lux meter
Lux meter
adalah sebuah alat yang digunakan untuk mengukur intensitas cahaya atau tingkat
pencahayaan. digunakan dalam ruangan. Kebutuhan pencahayaan setiap ruangan
terkadang berbeda, yang disesuaikan dengan kegiatan yang dilakukan. Untuk
mengukur tingkat pencahayaan di butuhkan lux meter.
Lux meter dapat membantu menyesuaikan pencahayaan ruangan sesuai
dengan fungsi sebuah ruangan. Letakkan lux meter diatas meja, layar
penunjukannya akan menapilkan tinmgkat pencahayaan. Bandingkan nilai tersebut
dengan standar SNI. Jika nilai tingkat pencahayaan lebih tinggi dari standar,
lampu sebaiknya diganti dengan yang lebih rendup. Jika nilai tingkat
pencahayaan lebih rendah dari standar, lampu sebaiknya diganti dengan lampu
yang lebih terang. Jika tingkat pencahayaan ruangan telah sesuai dengan
fungsinya, effisien energi untuk penerangan telah tercapai.
- Anemometer
Angin merupakan suatu
vektor yang mempunyai besaran dan arah. Besaran yang dimaksud adalah
kecepatannya sedang arahnya adalah darimana datangnya angin. Kecepatan angin dapat
dihitung dari jelajah angin (cup counter anemometer) dibagi waktu (lamanya
periode pengukuran). Ada alat pengukuran angin yang langsung mengukur
kecepatannya.
Jadi jarum penunjuk suatu kecepatan tertentu
bila ada angin. Arah angin ditunjukkan oleh wind-vane yang dihubungkan dengan
alat penunjuk arah mata angin atau dalam angka. Angka 360 derajat berarti ada
angin dari utara, angka 90 ada angin dari timur demikian seterusnya. Perlu
diperhatikan bahwa tidak ada angka nol, karena angka nol menandakan tidak ada
angin.
Di
lapangan terbuka tak ada pohon-pohonan tinggi alat dipasang 2 meter di atas
tanah. Bila ada halangan, alat dipasang pada ketinggian 10 sampai 15 meter dari
atas tanah. Waktu pengamatan tergantung dari data yang diinginkan.
III. PELAKSANAAN PRAKTIKUM
A. Waktu dan Tempat
Praktikum ini di
laksanakan di AgroTechnoPark, Gelumbang. Dan dilaksanakan pada hari jumat Mei 2012 jam 16.00 sampai
dengan selesai.
B. Alat dan Bahan
Adapun alat yang
digunakan dalam praktikum ini adalah: 1) anemometer, 2) Cambell stockes, 3) pH
Obs, dan 4) solarimeter.
Adapun bahan yang
digunakan dalam praktikum ini adalah: 1) air hujan.
IV. HASIL DAN PEMBAHASAN
A.
Hasil
1. Hasil tabel curah hujan
buatan di kampus
|
No.
|
Hari/Tanggal
|
Jam (WIB)
|
Curah Hujan (ml)
|
|
1.
|
Sabtu, 31 Maret 2012
|
07.30
|
1030
|
|
2.
|
Minggu, 1 April 2012
|
08.00
|
-
|
|
3.
|
Senin, 2 April 2012
|
08.00
|
5
|
|
4.
|
Selasa, 3 April 2012
|
07.40
|
-
|
|
5.
|
Rabu, 4 April 2012
|
08.00
|
80
|
|
6.
|
Kamis, 5 April 2012
|
08.00
|
65
|
|
7.
|
Jum’at, 6 April 2012
|
08.10
|
-
|
|
8.
|
Sabtu, 7 April 2012
|
07.50
|
70
|
|
9.
|
Minggu, 8 April 2012
|
08.15
|
1020
|
|
10.
|
Senin, 9 April 2012
|
08.30
|
50
|
|
11.
|
Selasa, 10 April 2012
|
08.00
|
-
|
|
12.
|
Rabu, 11 April 2012
|
08.15
|
-
|
|
13.
|
Kamis, 12 April 2012
|
07.45
|
10
|
|
14.
|
Jum’at, 13 April 2012
|
08.00
|
55
|
|
15.
|
Sabtu, 14 April 2012
|
08.00
|
-
|
|
16.
|
Minggu, 15 April 2012
|
08.00
|
85
|
|
17.
|
Senin, 16 April 2012
|
08.00
|
60
|
|
18.
|
Selasa, 17 April 2012
|
08.00
|
-
|
|
19.
|
Rabu, 18 April 2012
|
08.00
|
25
|
|
20.
|
Kamis, 19 April 2012
|
07.50
|
7
|
|
21.
|
Jum;at, 20 April 2012
|
08.00
|
30
|
|
22.
|
Sabtu, 21 April 2012
|
08.00
|
-
|
|
23.
|
Minggu, 22 April 2012
|
08.05
|
35
|
|
24.
|
Senin, 23 April 2012
|
08.00
|
-
|
|
25.
|
Selasa, 24 April 2012
|
08.30
|
90
|
|
26.
|
Rabu, 25 April 2012
|
08.00
|
-
|
2. Hasil stasiun curah
hujan (ATP)
|
No
|
pukul
|
anemometer
|
Suhu
|
kelembaban
|
CH
|
CS
|
solarimeter
|
||
|
Max
|
Min
|
BB
|
BK
|
||||||
|
1.
|
20.00
|
|
35
|
26
|
24
|
24,2
|
|
|
|
|
2.
|
21.00
|
|
35
|
-13
|
23,3
|
23,4
|
|
|
|
|
3.
|
22.00
|
|
35
|
-14
|
23,3
|
24
|
|
|
|
|
4.
|
05.00
|
|
30
|
-12
|
23
|
23
|
|
|
|
|
5.
|
06.00
|
|
29,5
|
-12
|
23
|
23
|
|
|
|
|
6.
|
07.00
|
|
|
|
|
|
0,48
mm
|
7.25-8.00
|
357
|
|
7.
|
08.00
|
|
38
|
24
|
26
|
27
|
25 mm
|
8.00-9.00
|
763
|
|
8.
|
09.00
|
1678,20 km/win
|
30,5
|
30
|
28
|
29,3
|
24 mm
|
9.00-10.00
|
1067
|
|
9.
|
10.00
|
|
|
|
|
|
19,3 mm
|
10.00-11.30
|
794
|
|
10.
|
11.00
|
|
32
|
32
|
29,1
|
32
|
14,5 mm
|
7.25-15.00
|
799
|
|
11
|
12.00
|
1678,20 km/win
|
36
|
-36
|
30,1
|
33
|
20,8 mm
|
7.25-11.30
|
1009
|
|
12
|
13.00
|
|
|
|
|
|
15,5 mm
|
7.25-11.30
|
1158
|
|
13
|
14.00
|
1678,20 km/win
|
36
|
35
|
30
|
34,2
|
15,5 mm
|
7.25-11.30
|
1023
|
|
14
|
15.00
|
|
|
|
|
|
15,5 mm
|
7.25-11.30
|
1023
|
Keterangan:
CH
= curah hujan (mm)
CS
= cambel stockes
BB
= bulan basah
BK
= bulan kering
B.
Pembahasan
Pengenalan atau pengetahuan tentang alat-alat klimatologi
untuk pengukuran lama penyinaran sinar matahari, suhu udara, serta suhu tanah
sangatlah penting, karena hal tersebut berpontensi memberikan pemahaman kepada
praktikan tentang betapa pentingnya, alat-alat klimatologi tersebut dalam
kehidupan sehari-hari terutama didalam bidang pertanian. Apalagi perkembangan
dunia pertanian sangat dipengaruhi oleh banyak faktor termasuk faktor iklim
maupun faktor cuaca, dan intensitas cahaya matahari.
Iklim merupakan komponen ekosistem dan faktor produksi
yang sangat dinamik dan sulit dikendalikan dan diduga terutama suhu. Faktor
suhu mempunyai peranan yang sangat penting dalam perencanaan dan sistem
produksi pertanian karena seluruh unsur iklim berpengaruh terhadap berbagai
proses fisiologis, pertumbuhan dan produktivitas tanaman
Suhu merupakan faktor lingkungan yang berpengaruh
terhadap pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Suhu tanah bergantung juga
dengan radiasi matahari,. Suhu
dibedakan menjadi suhu tanah maupun udara disekitar tajuk tanaman. Suhu tanah banyak dipengaruhi oleh penyinaran matahari
yang dialami, untuk mengetahui seberapa besar panas yang diserap oleh tanah
maka digunakan alat termometer tanah selubung logam.
Tinggi rendahnya suhu disekitar tanaman ditentukan oleh
radiasi matahari, kerapatan tanaman, distribusi cahaya dalam tajuk tanaman,
kandungan lengas tanah. Peranan suhu erat kaitannya dengan kehilangan lengas
tanah, melewati mekanisme transpirasi dan evaporasi. Peningkatan suhu terutama
suhu tanah dan iklim mikro di sekitar tajuk tanaman akan mempercepat kehilangan
lengas tanah terutama pada musim kemarau.
Adanya saling keterkaitan antara iklim, suhu, radiasi
matahari memberikan pengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan tanaman.
Oleh karena itu perlu adanya pendekatan yang paling baik dalam rangka pembangunan
pertanian.
V. KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
1.
Curah hujan yaitu jumlah air hujan yang
turun pada suatu daerah dalam waktu tertentu.
2.
Iklim
merupakan komponen ekosistem dan faktor produksi yang sangat dinamik dan sulit
dikendalikan dan diduga terutama suhu.
3.
Suhu
merupakan faktor lingkungan yang berpengaruh terhadap pertumbuhan dan
perkembangan tanaman.
4.
Kelempan adalah banyaknya uap air
yang ada diudara meskipun uap airnya hanya merupakan sebagian kecil saja
dari atmosfer , rata-rata kurang lebih dari 2 % masa keseluruhan.
5.
Alat
untuk mengukur lama penyinaran adalah Cambel Stockes.
B.Saran
Praktikan
diharapkan untuk memahami dan mengetahui lebih jauh lagi alat yang di gunakan
dalam pengukuran curah hujan, suhu, kecepatan angin, lama penyinaran dan
kelembaban. Selain itu, alat yang di gunakan juga harus dipersiapkan terlebih
dahulu.
DAFTAR PUSTAKA
Anonim, 2010. Pengukuran Lama Penyinaran
Matahari, Suhu Udara dan Suhu Tanah. http://www.TPUNRAM.blogspot.com.
Guslim, O.K Nazaruddin H, Roeswandi, A. Hamdan,
dan Rosmayati. 1987. Klimatologi Pertanian. USU Press. Medan.
Guslim. 2009. Agroklimatologi. USU Press. Medan.
Handoko. 1994. Klimatologi
Dasar, landasan pemahaman fisika atmosfer dan unsur-unsur iklim. PT.
Dunia Pustaka Jaya, Jakarta.
Hanum, C. 2009. Penuntun
Praktikum Agroklimatologi. Program Studi Agronomi, Fakultas Pertanian,
Universitas Sumatera Utara, Medan.
http://abuhaniyya.files.wordpress.com.
2009. Kelembaban Udara
http://agung4.wordpress.com.
2009. Iklim dan Cuaca,
http://one.indoskripsi.com/node/714.
2009. Kelembaban Udara,
Karim, K. 1985. Diktat Kuliah
Dasar-Dasar Klimatologi. Diterbitkan dengan Biaya Proyek Peningkatan dan
Pengembangan Perguruan Tinggi Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh.
Kartasapoetra, A.G. 2004.
Klimatologi : Pengaruh iklim Terhadap Tanah dan Tanaman Edisi Revisi. Bumi
Aksara. Jakarta.
Lakitan, B. 1994. Dasar-Dasar Klimatologi. PT. Raja Grafindo
Persada, Jakarta.
Pettersen, 2006. Kapita Selekta dalam
Agrometeorologi. Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen
Pendidikan dan Kebudayaan: Jakarta.
Sutiknjo, Tutut D. 2005. Petunjuk Praktikum
Klimatologi. Fak. Pertanian Universitas Kediri: Kediri
Komentar
Posting Komentar