Penetapan N-Total tanah
LAPORAN TETAP
ANALISIS TANAH,
AIR DAN TANAMAN
PENETAPAN N-
TOTAL

SARAH DWI
YUSTIANI
05111007112
PROGRAM STUDI
AGROEKOTEKNOLOGI
FAKULTAS
PERTANIAN
UNIVERSITAS
SRIWIJAYA
INDRALAYA
2014
I.
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang
Nitrogen merupakan sumber utama gas bebas di udara yang menempati 78%
dari volume atmosfer. Dalam bentuk unsur lain tidak dapat digunakan oleh
tanaman. Nitrogen gas harus diubah menjadi bentuk nitrat atau amonium melalui
proses-proses tertentu agar dapat digunakan oleh tanaman.
Diantara berbagai macam
unsur hara yang dibutuhkan tanaman nitrogen merupakan salah satu diantara unsur
hara makro tersebut yang sangat besar peranannya bagi pertumbuhan dan
perkembangan tanaman. Nitrogen memberikan pengaruh besar terhadap
perkembangan pertumbuhan. Diantara tiga unsur yang biasa mengandung pupuk
buatan yaitu kalium, fosfat, dan nitrogen, rupanya nitrogen mempunyai efek
paling menonjol.
Sebagian besar
nitrogen dalam tanah didapatkan dalam bentuk organik. Secara relatif hanya sebagian kecil dari
nitrogen tanah terdapat dalam bentuk amonium dan nitrat yang merupakan bentuk
nitrogen yang tersedia bagi tanaman.
Dalam penetapan
N total dengan metode Kjehdahl, nitrogen diubah dalam bentuk amonium, pada
destruksi dengan asam sulfat pekat yang mengandung katalis dan zat-zat kimia
lainnya yang dapat meningkatkan suhu pada waktu-waktu destruksi. Kemudian amonium ditetapkan dari jumlah
amoniak yang dibebaskan pada penyulingan destrat. Bentuk-bentuk nitrogen anorganik yang dapat
ditemukan dalam tanah adalah bentuk amonium, nitrat dan nitrit.
Atmosfer terdiri dari
79 % nitrogen ( berdasarkan volume ) sebagai gas padat N2 yang tidak
bereaksi dengan unsur-unsur lainnya yang menghasilkan suatu bentuk nitrogen
yang dapat digunakan oleh sebagian besar tanaman. Peningkatan penyediaan
nitrogen tanah untuk tanaman terdiri terutama dari meningkatnya jumlah
pengikatan nitrogen secara biologis atau penambahan nitrogen pupuk.
Nitrogen bila ditinjau dari segi keberadaannya merupakan yang paling
banyak mendapat perhatian. Hal ini disebabkan jumlah nitrogen yang terdapat di
dalam tanah sedikit sedangkan yang diangkat tanaman berupa panen setiap musim
cukup banyak.
Disamping itu, senyawa nitrogen anorganik sangat larut dan mudah hilang
dalam air drainase atau alang ke atmosfer. Selanjutnya efek nitrogen terhadap
pertumbuhan akan jelas dan cepat. Dengan demikian dari banyak segi jelas bahwa
unsur nitrogen ini merupakan unsur yang berdaya besar yang tidak saja unsur
yang harus diawetkan juga harus dikendalikan pemakaiannya.
Penetapan N-total tanaman dan beberapa bahan kompleks yang
mengandung N sangat sulit. Bahan-bahan yang membantu perubahan N menjadi NH4
adalah garam-garam, biasanya K2SO4 yang bertujuan
untuk meningkatkan suhu. Selain itu beberapa katalisator seperti selenium, air
raksa atau tembaga digunakan untuk merangsang dan mempercepat oksidasi bahan
organik.
Nitrogen dalam tanah berasal dari bahan organik tanah, bahan
organik halus, N tinggi, C/N rendah, bahan organik kasar, N rendah C/N tinggi.
Bahan organik merupakan sumber bahan N yang utama di dalam tanah. Selain N,
bahan organik mengandung unsur lain terutama C, P, S dan unsur mikro.
Pengikatan oleh mikrorganisme dan N udara.
Berdasarkan uraian di atas, maka perlu untuk
mengetahui gambaran mengenai tanah yang baik untuk pertumbuhan tanaman dan kesuburan dari tanah, maka diperlukan adanya pengetahuan
tentang senyawa nitrogen. Dengan itulah,
penetapan N-Total merupakan hal yang penting untuk mengetahui kandungan senyawa
nitrogen di dalam tanah.
B.
Tujuan
Adapun
tujuan daripraktikum ini adalah untuk mengetahui cara yang tepat dalam
penetapan N-Total tanah di laboratorium dan untuk mengetahui jumlah nitrogen yang
terkandung pada tanah yang telah di ambil.
II.
TINJAUAN PUSTAKA
Sumber nitrogen
terbesar bagi tanaman berasal dari N atmosfer.
Nitrogen organik yang dibenamkan ke dalam tanah merupakan N organik
tanah yang bentuk kimianya tidak dapat diserap begitu saja oleh tanaman. Dalam bentuk NO3-,
nitrogen mudah keluar dari daerah perakaran.
Ia mudah tercuci karena besar muatan listrik positif tanah biasanya
sangat kecil. Nitrogen dalam bentuk NO3- juga dapat tereduksi
secara mikrobiologis menjadi NO, N2O, atau N2 yang
menguap.
Jumlah NH4+
dan NO3- di dalam tanah dapat bertambah akibat dari
pemupukan N, fiksasi N biologis, hujan, dan penambahan bahan organik. Sedangkan berkurangnya jumlah NH4+
dan NO3- disebabkan oleh pencucian, pemanenan,
denitrifikasi, dan juga votalisasi. Air
sangat berperan sekali dalam dinamika nitrogen tanah.
Penerapan jumlah
protein dilakuakan dengan penentuan jumlah nitrogen yang terkandung oleh suatu
bahan N-total bahan diukur dengan menggunakan metode mikro-Kjeldahl. Prinsip
dari metode ini adalah oksidasi senyawa organik oleh asam sulfat untuk
membentuk CO2 dan dalam bentuk ammonia yaitu penentuan protein
berdasarkan jumlah N.
Penentuan jumlah
protein seharusnya hanya nitrogen yang berasal dari protein saja yang
ditentukan. Akan tetapi teknik ini sangat sulit sekali dilakukan mengingan
kandungan senyawa N lain selain protein dalam bahan juga terikut dalam analisis
ini. Jumlah senyawa ini biasanya sangat kecil yang meliputi urea, asam nukleat,
ammonia, nitrat, nitrit, asam amino, amida, purin dan pirimidin, oleh karena
itu penentuan jumlah N total ini tetap dilakukan untuk mewakili jumlah protein
yang ada. Kadar protein yang ditentukan dengan cara ini biasa disebut sebagai
protein kasar atau crade protein. Analisa protein cara Kjeldahl pada dasarnya
dibagi menjadi tiga tahap yaitu proses destruksi, destilasi dan titrasi
(Sudarmadji, 1996)
Cara utama nitrogen masuk ke dalam tanah adalah akibat kegiatan jasad
renik, baik yang hidup bebas maupun yang bersimbiose dengan tanaman. Dalam hal
yang terakhir nitrogen yang diikat digunakan dalam sintesa amino dan protein
oleh tanaman inang. Jika tanaman atau jasad renik pengikat nitrogen bebas, maka
bakteri pembusuk membebaskan asam amino dari protein, bakteri amonifikasi
membebaskan amonium dari grup amino, yang kemudian dilarutkan dalam larutan
tanah. Amonium diserap tanaman, atau diserap setelah dikonversikan menjadi
nitrat oleh bakteri nitrifikasi (Hakim, dkk., 1986).
Amonium dalam kadar yang tinggi dapat meracuni tanaman. Hal ini disebabkan
oleh adanya amoniak (NH3) yang terbentuk dari amonium. Bagi tanaman
yang berwarna hijau mengandung N protein terbanyak dan meliputi 70% - 80% dari
total N tanaman. Nitrogen asam nukleat terdapat sekitar 10% dan asam amino
terlarut hanya sebanyak 5% dari total dalam tanaman. Pada biji tanaman, protein
umumnya dalam bentuk tersimpan (Rosmarkam & Yuwono, 2002).
Adapun nilai dan kriteria N di dalam tanah yang berdasarkan Standar
Internasional (SI) dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel Nilai dan Kriteria N
dalam Tanah yang Berdasarkan Standar Internasional (SI)
Nilai
N-Total
|
Kriteria
N-Total
|
< 0,1
0,1 – 0,21
0,22 –
0,51
0,52 –
0,75
> 0,75
|
Sangat
rendah
Rendah
Sedang
Tinggi
Sangat
tinggi
|
Faktor-faktor yang
mempengaruhi ketersediaan N adalah kegiatan jasad renik, baik yang hidup bebas
maupun yang bersimbiose dengan tanaman. Pertambahan lain dari nitrogen tanah
adalah akibat loncatan suatu listrik di udara. Nitrogen dapat masuk melalui air
hujan dalam bentuk nitrat. Jumlah ini sangat tergantung pada tempat dan iklim
(Hakim, dkk., 1986).
Nitrogen dalam
tanah berasal dari (1.) Bahan organik tanah (bahan organik halus, N tinggi, C/N
rendah; dan bahan organik, kasar, N rendah C/N tinggi. Bahan organik merupakan
sumber N yang utama di dalam tanah.); (2.) Pengikatan oleh mikroorganisme dan N
udara (Simbiose dengan tanaman legumenose, yaitu oleh bakteri bintil akar atau
Rhizobium; Bakteri yang hidup bebas (nonsimbiotik) yaitu Azotobacter (aerobik)
dan Clostridium (anaerobik)); (3.) Pupuk, misalnya ZA, Urea, dan lain-lain; dan
(4.) Air hujan.
Fungsi
N adalah memperbaiki pertumbuhan vegetatif tanaman dan pembentukan protein.
Gejala-gejala kekurangan N adalah tanaman kerdil, pertumbuhan akar terbatas,
dan daun-daun kuning dan gugur.
Gejala-gejala
kebanyakan N adalah memperlambat kematangan tanaman, batang-batang lemah mudah
roboh, dan mengurangi daya tahan tanaman terhadap penyakit. Nitrogen di dalam
tanah terdapat dalam berbagai bentuk yaitu protein, senyawa-senyawa amino,
Amonium (NH4+), dan Nitrat (NO3-).
Nitrogen
diserap tanaman sebagai NO3-
dan NH4+, yang kemudian dimasukkan ke dalam semua asam
amino dan protein. Nitrogen merupakan
unsur hara yang sangat banyak sering membatasi hasil tanaman. Defisit protein yang cukup luas di daerah
tropika menandakan kandungan N tanamannya rendah.
Di lain
pihak, pencucian unsur nitrogen pada usaha tani yang intensif telah
mengakibatkan air bumi tercemari.
Nitrogen anorganik memang mudah berfluktuasi, terutama di daerah dengan
perubahan curah hujan yang sangat nyata.
Kadar air tanah merupakan faktor
penting yang mempengaruhi dinamika nitrogen di dalam tanah.
Meneralisasi nitrogen terdiri
dari:
1. Aminisasi (protein menjadi
R-NH2)
2. Amonifikasi (R-NH2 menjadi
NH4+)
3. Nitrifikasi (NH4+
menjadi NO3-)
(Pengelolaan Kesuburan Tanah, oleh Ir. Henry K. Indranada, 1994).
Hilangnya N dari tanah karena digunakan oleh tanaman atau mikroorganisme, N
dalam bentuk NH4+ dapat diikat oleh mineral liat jenis
illit sehingga tidak dapat digunakan oleh tanaman, N dalam bentuk NO3-
mudah dicuci oleh air hujan, banyak hujan N rendah, dan tanah pasir mudah
merembeskan air sehingga N lebih rendah daripada tanah liat (Hardjowigeno,
2003).
III.
PELAKSANAAN
PRAKTIKUM
A. Waktu dan Tempat
Praktikum penetapan bahan organik
tanah ini di laksanakan pada tanggal 22 sampai dengan 23 September 2014. Dimana
dilaksanakan di Laboratorium Kimia tanah, Jurusan Ilmu Tanah, Fakultas
Pertanian, Universitas Sriwijaya,
Indralaya.
B. Alat dan Bahan
Adapun alat yang digunakan dalam
praktikum ini adalah 1) alat destruksi, 2) alat destilasi, 3) buret, 4)
erlenmeyer, 5) gelas ukur, 6) labu kjeldahl, dan 7) neraca.
Adapun bahan yang digunakan dalam
praktikum ini adalah 1) asam sulfat pekat pa, 2) campuran selen, 3) asam borak
4 %, 4) asam sulfat 0,1 N, 5) natrium hidroksida 40 %, dan 6) indikator BCG.
C. Cara Kerja
Adapun cara
kerja dari penetapan N-Total sebagai berikut:
1.
Destruksi
a.
Timbang tanah 0,5 g.
b.
Masukkan ke dalam labu kjeldahl 50 ml.
c.
Tambah sedikit campuran selen dan di bilas dengan
sedikit aquades, kemudian tambah 5 ml asam sulfat pekat pa.
d.
Dipanaskan di atas alat destruksi, mula-mula dengan
menyalakan api kecil, lalu nyalakan api diperbesarkan sampai asapnya hilang dan
warna larutan menjadi kehijauan atau tak berwarna lalu diangkat dan
didinginkan.
2.
Destilasi
a.
Setelah larutan di dalam labu kjeldahl menjadi dingin
tambahkan 100 ml aquades, kemudian larutan di pindahkan kedalam labu kjeldahl
yang berukuran 500 ml. Cara memasukkan larutan ialah menuangkan berulang-ulang
dengan aquades.
b.
Ambil erlenmeyer 250 mllalu isi dengan 25 ml asam
borak dan beri 3 tetes indikator BCG.
c.
Erlenmeyer tersebut di tempatkan dibawah pendingin
destilasi sehingga ujung alat peendingan tersebut tercelup di bawah permukaan
asam.
d.
Tambahkan dengan hati-hati 75 ml NaOH 40 % pada
larutan yang telah di masukkan kedalam labu kjeldahl 500 ml tadi. Penambahan
NaOH harus melalui dinding labu. Penyulingan dihentikan setelah volumenya
mencapai 100 ml.
e.
Setelah destilasi selasai, erlenmeyer diambil dan alat
destilasi di matikan.
f.
Bilas dengan aquades diujung atas dan bawah dari alat
pendingin.
3.
Titrasi
a.
Larutan dalam erlenmeyer di titrasi dengan asam sulfat
0,1 N sampai warna merah.
b.
Kemudian catat hasil titrasi.
IV.
HASIL DAN
PEMBAHASAN
A.
Hasil
Adapun hasil yang di dapat dari
analisis N-total tanah yang di lakukan adalah sebagai berikut:
Blanko
|
Nilai titrasi
|
0,06
|
0,22
|
Cara perhitungan:

% N Total =
(t – b) x 0,01401 x 100/w x N
Jadi,
% N Total =
(t – b) x 0,01401 x 100/w x N
=
(0,22 – 0,06) x 0,01401 x 100/ 0,5 x 0,1
=
0,16 x 0,01401 x 200 x 0,1
=
0,0448 %
B. Pembahasan
Dari hasil praktikum yang telah di
lakukan dalam penetapan kandungan senyawa nitrogen yang ada di dalam tanah maka
di dapatlah hasilnya. Dimana setelah melakukan rangkaian tahapan hingga
akhirnya mendapatkan hasil yang berupa data. Hasil yang di dapat bahwa
kandungan nitrogen yang terkandung di dalam tanah yang di analisis adalah
sebesar 0,0448 %.
Sehingga
dapat dikatategorikan kandungan nitrogen yang terkandung di dalam tanah
tersebut termasuk kedalam kriteria rendah. Hal ini telah dilihat di dalam tabel
kriteria penilaian kesuburan tanah sesuai dengan standar sistem internasional.
Hal ini disebabkan karena kandungan bahan organik yang terkandung di dalam
tanah tersebut rendah.
Di mana telah kita ketahui bahwa bahan
organik adalah sumber bahan N yang paling utama. Lopulisa (2004) yang menyatakan bahwa
Nitrogen dalam tanah berasal dari bahan organik tanah, bahan organik halus, N
tinggi, C/N rendah, bahan organik kasar, N rendah C/N tinggi. Bahan organik
merupakan sumber bahan N yang utama di dalam tanah. Selain N, bahan organik
mengandung unsur lain terutama C, P, S dan unsur mikro. Pengikatan oleh
mikrorganisme dan N udara.
Karena kandungan
senyawa nitrogen di dalam tanah tersebut rendah maka pertumbuhan dari tanaman
yang tumbuh di tanah tersebut akan terganggu bahkan tanaman tersebut dapat mati
di tanah tersebut. Hal ini
sesuai dengan pernyataan Kemas (2005) yang menyatakan bahwa kekurangan N
menyebabkan tanaman kerdil, pertumbuhan akar terbatas, daun-daun kuning dan
gugur.
Senyawa nitrogen yang
terdapat di dalam tanah saling berhubungan satu sama lain dengan kandungan
bahan organik yang terkandung di dalam tanah tersebut. Telah di jelaskan
sebelumnya bahwa jika kandungan bahan organik yang terkandung didalam tanah
rendah maka jumlah senyawa nitrogen di dalam tanah tersebut juga rendah bahkan
tidak ada. Hal ini lah yang menjadi kekhawatiran terhadap pertumbuhan tanaman yang ada. Karena
pertumbuhan tanaman tersebut dapat terganggu. Hal ini karena senyawa nitrogen
sangat penting bagi pertumbuhan tanaman.
I.
KESIMPULAN
DAN SARAN
A.
Kesimpulan
Adapun kesimpulan yang
dapat diambil dari praktikum penetapan N-Total adalah sebagai berikut:
1.
Hasil yang di dapat bahwa kandungan nitrogen yang
terkandung di dalam tanah yang di analisis adalah sebesar 0,0448 %.
2.
kandungan nitrogen yang terkandung di dalam tanah
tersebut termasuk kedalam kriteria rendah.
3.
Bahan organik merupakan sumber bahan N
yang utama di dalam tanah.
4.
Kekurangan senyawa nitrogen akan
menghambat pertumbuhan tanaman yang tumbuh di tanah tersebut.
5.
Semakin rendah kandungan bahan organik
di dalam tanah maka semakin sedikit pula jumlah senyawa nitrogen di dalam tanah
tersebut.
B.
Saran
Adapun saran yang dapat
di sampaikan dalam praktikum ini dimana seharusnya praktikum penetapan N-Total
ini membutuhkan waktu yang lama dalam prakteknya sehingga dapat dengan fokus
menyelesaikan praktikum ini.
DAFTAR
PUSTAKA
Ali Hanafiah,Kemas. 2005. Dasar-Dasar Ilmu Tanah. PT Raja
Grafindo Persada. Jakarta.
Buckman, H.O
dan N.C, Brady., 1982. Ilmu
Tanah. Bhratara Karya Aksara. Jakarta.
Foth, H.D.,
1994. Dasar-Dasar Ilmu
Tanah. Erlangga. Jakarta.
Hakim, N., Y.M. Nyakpa, M.A.
Lubis, G.S. Nogroho, Saul R.M., Diha A.M., Hong B.G., dan Bailey H.H., 1986. Dasar-Dasar Ilmu Tanah. Universitas
Lampung. Lampung.
Hardjowigeno,
S., 2003. Ilmu Tanah. Akademika
Presindo. Jakarta.
Khopkar. 2003. Konsep Dasar Kimia
Analitik. Jakarta: UI Press.
Lopulisa,
C., 2004. Tanah-Tanah Utama Dunia
Ciri, Genesa, dan Klasifikasinya. Lembanga Penerbitan Universitas
Hasanuddin. Makassar.
Rosmarkam,
Afandie dan Nasih Widya Yuwono, 2002. Ilmu
Kesuburan Tanah. Kanisius, Yogyakarta.
Sudarmadji, S. 1996. Analisa Bahan
Makanan dan Pertanian. Yogyakarta: Liberty.
Winarno. 1992. Dasar-Dasar Kimia
Analitik. Jakarta: Binarupa Aksara.
LAMPIRAN

Proses destilasi

Campuran selen

Hasil dari
destilasi

Labu kjeldahl 50 ml

Proses destruksi

Larutan yang
digunakan untuk menampung hasil destilasi

Indikator BCG
Komentar
Posting Komentar