analisis tanah, air dan tanaman (penetapan N-Total Tanaman
LAPORAN TETAP
ANALISIS TANAH,
AIR DAN TANAMAN
PENETAPAN
N-TOTAL TANAMAN

SARAH DWI
YUSTIANI
05111007112
PROGRAM STUDI
AGROEKOTEKNOLOGI
FAKULTAS
PERTANIAN
UNIVERSITAS
SRIWIJAYA
INDRALAYA
2014
I.
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang
Dalam tubuh tanaman, nitrogrn
merupakan bagian dari protein dan plasma sel.Oleh karena itu diperlukan untuk
pertumbuhan. Nitrogen juga merupakan penyusun chloropil dengan Mg sebagai
pusat, yang dikelilingi oleh 4 cincin, dimana tiap cincin mengandung N dengan 4
atom C. Unsur ini juga berperan penting terhadap pertumbuhan yang jagur, dan
membuat daun berwarna hijau. Jika nitrogen berlebihan mengakibatkan pertumbuhan
vegetatip yang berlebihan, sehingga memperlambat panen.
Diantara berbagai macam unsur hara yang dibutuhkan tanaman
nitrogen merupakan salah satu diantara unsur hara makro tersebut yang sangat
besar peranannya bagi pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Nitrogen memberikan
pengaruh besar terhadap perkembangan pertumbuhan. Diantara tiga unsur
yang biasa mengandung pupuk buatan yaitu kalium, fosfat, dan nitrogen, rupanya
nitrogen mempunyai efek paling menonjol.
Penetapan N-total tanaman dan beberapa bahan kompleks yang
mengandung N sangat sulit. Bahan-bahan yang membantu perubahan N menjadi NH4
adalah garam-garam, biasanya K2SO4 yang bertujuan
untuk meningkatkan suhu. Selain itu beberapa katalisator seperti selenium, air
raksa atau tembaga digunakan untuk merangsang dan mempercepat oksidasi bahan
organik.
Nitrogen dalam tanah berasal dari bahan organik tanah, bahan
organik halus, N tinggi, C/N rendah, bahan organik kasar, N rendah C/N tinggi.
Bahan organik merupakan sumber bahan N yang utama di dalam tanah. Selain N,
bahan organik mengandung unsur lain terutama C, P, S dan unsur mikro.
Pengikatan oleh mikrorganisme dan N udara.
Gejala-gejala kekurangan N adalah tanaman kerdil, pertumbuhan
akar terbatas, daun-daun kuning dan gugur, dan gejala-gejala kebanyakan N
adalah memperlambat kematangan tanaman, batang-batang lemah mudah roboh, dan
mengurangi daya tahan pada tanaman.
Tanaman dalam pertumbuhannya memerlukan
16 macam unsur hara yakni : Karbon (C), Hidrogen (H), Oksigen (O), Nitrogen
(N), Posfor (P), Kalium (K), Calsium (Ca), Magnesium (Mg), Sulfur (S), Tembaga
(Cu), Boron (B), Molybdenium (Mo), Chlor (Cl), Mangan (Mn), Besi (Fe), dan Seng
(Zn). Karbon, hidrogen dan Oksigen berasal dari udara dan air tanah, sedangkan
yang lainnya berasal dari tanah dan pupuk.
B. Tujuan
Adapun
tujuan daripraktikum ini adalah untuk mengetahui cara yang tepat dalam
penetapan N-Total tanaman di laboratorium dan untuk mengetahui jumlah nitrogen
yang terkandung pada tanaman yang telah di ambil.
II.
TINJAUAN
PUSTAKA
Nitrogen adalah unsur penting yang
ditemukan dalam sel hidup, seperti asam amino, protein (termasuk enzim) dan
asam nukleat (DNA dan RNA), yang lainnya seperti poliamin dan klorofil yang
dapat memainkan peran penting dalam organisme. Meskipun nitrogen tersedia di
udara, hanya beberapa bakteri yang mempunyai kemampuan untuk melakukan fiksasi
nitrogen untuk mensintesa amonia. Pada asosiasi simbiotik seperti nodul akar
tanaman legum merupakan proses penting, meskipun pada sebagian besar tanaman
nitrat merupakan satu-satunya sumber
nitrogen dan diambil dari tanah oleh akar. Nitrat diambil oleh akar, bisa juga
direduksi dalam akar menjadi amonia, disimpan dalam vakuola sel akar atau
diangkut ke tunas melalui xylem. Nitrat yang diterima tunas disimpan atau
direduksi oleh organ batang atau daun. Asimilasi NO3 yang lebih
besar pada akar, batang atau daun tergantung pada spesies dan kecepatan
pengambilan NO3-. Tanaman tropikal dan subtropikal
mereduksi NO3- pada tunas yang dominan, sedang pada
tanaman legum mereduksi NO3- lebih banyak terjadi pada
akar, khususnya pada saat konsentrasi NO3 rendah (Poedjiadi, 1994).
Analisis nitrogen dan protein dapat
digolongkan menjadi dua metode, yaitu: Metode konvensional, yaitu metode
Kjeldahl (terdiri dari destruksi, destilasi, titrasi), titrasi formol.
Digunakan untuk protein tidak terlarut. Metode modern, yaitu metode Lowry,
metode spektrofotometri visible, metode spektrofotometri UV. Digunakan untuk
protein terlarut. Dalam praktikum ini kami menggunakan Metode Kjeldahl. Metode
ini merupakan metode yang sederhana untuk penetapan nitrogen total pada asam
amino, protein, dan senyawa yang mengandung nitrogen. Sampel didestruksi dengan
asam sulfat dan dikatalisis dengan katalisator yang sesuai sehingga akan
menghasilkan amonium sulfat. Setelah pembebasan alkali dengan kuat, dan amonia
yang terbentuk disuling dengan uap secara kuantitatif ke dalam larutan penyerap
dan ditetapkan secara titrasi (Anonim, 2008).
Metode Kjeldahl merupakan metode
yang sederhana untuk penetapan nitrogen total pada asam amino, protein dan
senyawa yang mengandung nitrogen. Sampel didestruksi dengan asam sulfat dan dikatalisis
dengan katalisator yang sesuai sehingga akan menghasilkan amonium sulfat.
Setelah pembebasan dengan alkali kuat, amonia yang terbentuk disuling uap
secara kuantitatif ke dalam larutan penyerap dan ditetapkan secara titrasi.
Metode ini telah banyak mengalami modifikasi. Metode ini cocok digunakan secara
semimikro, sebab hanya memerlukan jumlah sampel dan pereaksi yang sedikit dan
waktu analisa yang pendek.
Analisis jaringan daun yang
diperoleh dari laboratorium dapat digunakan sebagai acuan dalam mendiagnosis
status hara dan menentukan rekomendasi pemupukan. Status hara pada jaringan
tanaman juga merupakan gambaran status hara dalam tanah. Hal ini didasarkan
pada prinsip bahwa konsentrasi suatu unsur hara didalam tanah merupakan hasil
interaksi dari semua factor yang mempengaruhi penyerapan unsur tersebut dari
dalam tanah (Liferdi 2008). Jaringan
tanaman yang biasa digunakan untuk analisis hara adalah daun.
Menurut Leiwakabessy dan Sutandi
(2004), ada beberapa tujuan analisis jaringan daun. Tujuan tersebut antara lain
untuk mendiagnosis atau memperkuat diagnosis gejala yang terlihat, untuk
mengidentifikasi gejala yang terselubung, untuk mengetahui kekurangan hara
sedini mungkin dan sebagai alat bantu dalam menentukan rekomendasi pupuk.
Optimasi Uji korelasi konsentrasi hara pada daun dengan produksi bertujuan
untuk mendapatkan hubungan yang paling baik dari kadar suatu unsur hara dalam
daun sampel pada umur tertentu.
Hara dalam tanah yang dapat diserap
oleh tanaman hanya dalam bentuk tertentu seperti NO3-, NH4+,
H2PO2-, HPO42-, dan K+.
Selanjutnya hara tersebut berperan dalam berbagai aktivitas metabolisme.
Perubahan hara pada daun tanaman disebabkan oleh perubahan fase pertumbuhan.
Hara daun mengalami penurunan pada fase trubus dan fase generatif. Pada fase
tersebut hara pada daun mengalami translokasi dari daun tua ke bagian organ
yang lebih muda atau untuk pembentukan buah, akibatnya konsentrasi hara pada
daun tua berkurang (Hanafiah 2004).
Senyawa nitrogen organik dioksidasi
dalam lingkungan asam sulfat pekat dengan katalis campuran selen membentuk (NH4)2
SO4. Kadar amonium dalam ekstrak dapat ditetapkan dengan cara
destilasi atau spektrofotometri. Pada cara destilasi, ekstrak dibasakan dengan
penambahan larutan NaOH. Selanjutnya, NH3 yang dibebaskan diikat
oleh asam borat dan dititar dengan larutan baku H2SO4
menggunakan penunjuk Conway. Cara spektrofotometri menggunakan metode pembangkit
warna indofenol biru (Khama, 2012).
Analisis kadar N, P, dan K terhadap
brangkasan dan biji. Masing-masing jaringan (berangkasan dan
biji) didestruksi basa dengan menggunakan pengekstrak H2SO4
H2O2. Analisis N menggunakan metode Kjeldahl,
analisis P menggunakan metode spectrometer dan analisis K mengunakan metode
flamefotometer. Hasil analisis kadar hara digunakan untuk menghitung serapan
hara tanaman dengan mengalikan kadar hara dengan bobot kering
brangkasan atau biji (Syafruddin dan Zubachtirodin, 2010).
Konsentrasi kandungan K daun berbeda
nyata pada setiap umur tanaman. Menurut hasil penelitian Hermanto et al (2011) pada unsur hara K daun dari
hasil uji Duncan 5% yang memberikan nilai daun tertinggi adalah daun sampel
ke-4 pada umur 5 bulan. Sedangkan nilai korelasi tertinggi antara K daun
sampel ke-3 terhadap produksi bobot kering daun dan bobot asiatikosida
diperoleh pada umur 5 bulan. Oleh karena itu bahan diagnostik penetapan
kebutuhan pupuk K sebagai bahan untuk analisis hara K daun yang terbaik dilakukan
pada umur 5 bulan diposisi daun sampel ke-3.
Semua unsur hara yang kita sebutka
diatas tadi kita bedakan lagi atas dua bagian yaitu :
1. Unsur hara makro
2. Unsur hara mikro
Unsur hara makro adalah unsur hara
yang dibutuhkan tanaman dalam jumlah yang banyak. Sedangkan unsur hara mikro
adalah unsur hara yang dibutuhkan tanaman dalam jumlah yang sedikit. Yang
termasuk unsur hara makro adalah N, P, K, Ca, Mg, dan S, sedangkan unsur hara
mikro adalah Fe, Cu, Zn, Mo, B, Cl, Mn (Effendi, 1981).
III.
PELAKSANAAN
PRAKTIKUM
A. Waktu dan Tempat
Praktikum penetapan N-Total tanaman ini
di laksanakan pada 6 - 9 Oktober 2014. Dimana dilaksanakan di Laboratorium
Kimia tanah, Jurusan Ilmu Tanah, Fakultas Pertanian, Universitas Sriwijaya, Indralaya.
B. Alat dan Bahan
Adapun alat yang digunakan dalam
praktikum ini adalah 1) alat destruksi, 2) alat destilasi, 3) labu kjedahl, 4)
erlenmeyer 250 ml, 5) gelas ukur, 6) buret mikro skala 0,02, 7) sprayer, dan 8)
neraca analitik.
Adapun bahan yang digunakan dalam
praktikum ini adalah 1) asam borak 2 %, 2) asam sulfat 0,1 N, 3) Natrium
hydroksida 40 %, 4) campuran katalis, dan 5) indikator BCG.
C. Cara Kerja
Adapun cara kerja dari penetapan
N-Total tanaman antara lain sebagai berikut:
-
Destruksi:
1.
timbang 0,1 g tanaman. masukkan ke dalam labu kjedahl
50 ml lalu tambah campuran katalis sedikit.
2.
tambah 5 ml asam sulfat pekat pa.
3.
panaskan, mula-mula dengan temperature rendah lalu
dinaikkan, pemanasan dilakukan sampai cairan dalam labu kjedahl jerni kebiruan.
4.
dinginkan. setelah dingin tambah 20 ml aqquades lalu
pindahkan ke labu kjedahl 500 ml sampai volume 100 ml (labu destilasi).
-
Destilasi:
1.
ambil erlenmeyer 250 ml lalu diisi dengan asam borak 2
% sebnyak 25 ml, lalu tambahkan 3 tetes indikator BCG.
2.
erlenmeyer ini (1) ditempatkan di baris alat pendingin
destilasi sedemikian rupa hingga ujung alat pendingin tersebut tercelup di
asam.
3.
tambahkan dengan hati-hati 25 ml NaOH 40 %. penambahan
NaOH ini dilakukan pada saat destilasi akan di mulai.
4.
lakukan destilasi lebih kurang 30 menit.
5.
setelah destilasi selesai, erlenmeyer diambil ( ingat
api boleh di matikan kalau erlenmeyer sudah di ambil).
6.
bilas dengan aquades ujung atas dan bawah alat
pendingin.
-
Titrasi:
1.
larutan dalam erlenmeyer di titrasi dengan H2SO4
0,001 N sampai merah.
2.
lakukan juga untuk blanko dengan cara yang sama.
IV.
HASIL DAN
PEMBAHASAN
A.
Hasil
Berdasarkan praktikum
yang telah dilakukan maka diperoleh lah hasil sebagai berikut:
|
Blanko
|
Nilai titrasi
|
|
0,1
|
1,16
|
Cara perhitungan:

s
keterangan:
t =
titrasi
b =
blanko
N =
normalitas H2SO4
s =
berat contoh dalam mg
jadi,
s
100 mg
=
1,06 x 0,01 x 14
=
0,1484 %
B. Pembahasan
Dari hasil praktikum yang telah di
lakukan dalam penetapan kandungan senyawa nitrogen yang ada di dalam tanaman
maka di dapatlah hasilnya. Dimana setelah melakukan rangkaian tahapan hingga
akhirnya mendapatkan hasil yang berupa data. Hasil yang di dapat bahwa
kandungan nitrogen yang terkandung di dalam tananaman yang di analisis adalah
sebesar 0,1484 %.
Menurut Lingga (1986), peran
nitrogen bagi tanaman adalah untuk merangsang pertumbuhan secara keseluruhan
khususnya batang, cabang, dan daun, serta mendorong terbentuknya klorofil
sehingga daunnya menjadi hijau, yang berguna bagi proses fotosintesis.
Selain itu menurut Suriatna (1988),
nitrogen berfungsi mempercepat pertumbuhan tanaman, menjadikan daun tanaman
menjadi lebih hijau dan segar serta banyak mengandung butir-butir hijau daun
yang penting dalam proses fotosintesis. Selain itu nitrogen mempunyai fungsi
dapat menambah kandungan protein dalam tanaman.
Dari hasil yang di peroleh maka
kandungan nitrogen yang terdapat di dalam tanaman tersebut dapat dikatategorikan
kedalam kriteria rendah. karena senyawa nitrogen adalah senyawa yang sangat
penting dalam pertumbuhan dan perkembanggan tanaman tersebut. Nitrogen
merupakan unsur hara paling penting yang
merupakan salah satu unsur hara esensial bagi tanaman.
Nitrogen diambil oleh tanaman dalam
bentuk NH4+ dan NO3- yang terdapat
dalam larutan tanah, bersifat mobil dan diikat oleh partikel tanah. Unsur N
bersifat mudah tercuci dan menguap (Soepardi, 1983). Kebutuhan senyawa nitrogen
untuk tanaman diantaranya adalah dapat membantu untuk pembentukan daun,
pembentukan tunas, pertumbuhan batang, dan pertumbuhan akar.
V.
KESIMPULAN
DAN SARAN
A. Kesimpulan.
Adapun kesimpulan yang dapat di ambil dari praktikum
ini adalah sebagai berikut:
1.
Kandungan nitrogen yang terkandung di dalam tananaman
yang di analisis adalah sebesar 0,1484 %.
2.
Peran nitrogen bagi tanaman adalah untuk merangsang
pertumbuhan secara keseluruhan khususnya batang, cabang, dan daun, serta
mendorong terbentuknya klorofil sehingga daunnya menjadi hijau, yang berguna
bagi proses fotosintesis.
3.
Dari hasil yang di peroleh maka kandungan nitrogen
yang terdapat di dalam tanaman tersebut dapat dikatategorikan kedalam kriteria
rendah.
4.
Senyawa nitrogen sangat penting bagi pertumbuhan
tanaman.
5.
semakin rendah kandungan nitogen di dalam tanaman
tersebut maka pertumbuhan dan perkembangan dari tanaman tersebut akan terhambat.
B. Saran
Adapun saran yang dapat di sampaikan dalam praktikum
ini dimana seharusnya praktikum penetapan N-Total ini membutuhkan waktu yang lama
dalam prakteknya sehingga dapat dengan fokus menyelesaikan praktikum ini.
DAFTAR
PUSTAKA
Dwijoseputro,
D. 1980. Pengantar Fisiologi Tumbuhan.Gramedia. Jakarta.
Fauconnier,
R. 1993. Sugarcane. The Macmilian Press LTD. London and Basing stoke.
Hardjowigeno,
S. 1987. Ilmu Tanah. Akademika Pressindo. Jakarta. 286 hal.
Leiwakabessy,
FM dan A Sutandi. 1998. Pupuk dan Pemupukan (Diktat Kuliah). Departemen Ilmu
Tanah. Fakultas Pertanian.Institut Pertanian Bogor.
Komentar
Posting Komentar